Jumat, 12 Maret 2010

Abbas Tuding Obama Tak Berniat Dorong Perdamaian

Senin, 08/02/2010 13:46 WIB

KNRP - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan kekecewaannya terpadap kinerja Presiden Barack Obama, yang bertanggung jawab atas tertunda dimulainya kembali perundingan perdamaian di Timur Tengah.

Dalam sambutannya pada hari Ahad (7/2) seperti dikutip aljazeera, majalah Jerman Der Spiegel mengatakan, Presiden Obama bertanggung jawab atas gagalnya proses perdamaian yang terhenti karena tidak adanya tuntutan Obama terhadap Israel untuk menghentikan program kegiatan pembangunan pemukiman di Tepi Barat.

Lebih jauh Abbas mengatakan, presiden AS telah menyia-nyiakan harapannya, dimana Abbas sebelumnya sangat menantikan langkah-langkah penting yang akan mencuat dari Washington.

Di lain pihak, Presiden Palestina itu juga menuduh AS telah mengubah sikap pertamanya ketika AS mengutuk konstruksi pembangunan ilegal Israel di Tepi Barat.

Kemudian George Mitchell, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, kian meningkatkan frekuensi kunjungannya ke kawasan Timteng dalam upaya untuk meyakinkan pemerintah Palestina guna memulai pembicaraan, yang namun kemudian pemimpin Palestina itu menolak memulai pembicaraan itu sebelum adanya penghentian pembangunan pemukiman secara penuh.

Namun, Abbas menyatakan kesediaannya pada minggu lalu dalam sebuah wawancara dengan koran Inggris, The Guardian, untuk memulai pembicaraan langsung dengan Israel sebagai imbalan atas penyelesaian pembekuan pemukiman selama tiga bulan.

Dalam pernyataan pers seusai bertemu dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak di Kairo pada hari Sabtu (6/2), Abbas menegaskan kesiapannya untuk kembali ke meja perundingan dengan syarat adanya penghentian pembanugan pemukiman dalam periode tertentu.

Dalam sambutannya, Abbas telah meminta pihak AS untuk memperjelas beberapa poin yang terdapat dalam proposal yang didorong oleh Mitchell, untuk menghilangkan hambatan terhadap proses perdamaian yang terhenti.

Abbas mengatakan, "Kami sudah mengusulkan kepada pihak Amerika beberapa pertanyaan, dan jawaban-jawaban itu akan dibahas dalam format Arab Bersama, dan setelah itu kami akan mengumumkan sikap kami." Namun Abbas belum menentukan ihwal dari poin-poin tersebut.(milyas/aljzr)

0 Komentar

Arsip