Kamis, 17/09/2009 15:06 WIB
KNRP – Kantor Persatuan Dokter Arab (Komisi Pertolongan dan Kedaruratan) di Palestina pada Rabu (16/9) berhasil memasukkan 11 kontainer bantuan medis dan pendidikan melalaui perlintasan darat Refah. Demikian seperti diberitakan paltimes, Rabu (16/9).
Mohammad Magdalawi, manajer komisi itu mengatakan, “Sebagai respon atas seruan dari Depkes dan Depdiknas, kantornya telah menyuplai bantuan medis yang terdiri dari seperangkat alat-alat operasi dan perlengkapan cuci ginjal, yaitu yang tidak dipunyai departemen, ditambah ratusan jenis obat-obatan yang waktu berlakunya hampir habis, bantuan pendidikan mencakup 3.000 tas, 75.000 buku tulis dengan 28 lembar, 30.000 buku tulis dengan 60 lembar, 30.000 buku tulis dengan 80 lembar, 9.000 pensil, 9.000 penggaris, 9.000 pengahpus, 60 dus kertas gambar.”
Lebih jauh dikatakan, bantuan itu merupakan respon atas penderitaan yang dirasakan warga Palestina akibat isolasi ekonomi dan pembekuan sumber-sumber kebutuhan pokok yang dilakukan Negara-negara Barat dan penjajah Zionis Israel.
Komisi juga mengajak dunia Arab dan Islam serta mereka para penyokong hak asasi manusia, demokrasi dan perdamaian di dunia Barat untuk melakukan kerja sama dan solidaritas untuk mendukung bangsa Palestina dan melepaskan isolasi mereka.
Magdalawi menambahkan, karena situasi krisis akibat isolasi it uterus mencekik bangsa Palestina, maka Ikatan Dokter Arab terus berupaya tanpa henti untuk meringankan beban rakyat Palestina yang berlipat ganda, khusus anak-anak dan wanita.(milyas/paltimes)