Jumat, 20/11/2009 23:54 WIB
KNRP - Otorita Palestina telah menyerukan masyarakat untuk memboikot beberapa jaringan supermarket besar di Tepi Barat yang membawa produk-produk Israel.
Keputusan tersebut menargetkan produk-produk pasar kelas atas di Ramallah. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk menekan toko-toko agar menghentikan penjualan buah-buahan dan sayuran yang ditanam dan diolah di pemukiman Israel di Tepi Barat.
Menurut pihak berwenang Palestina, pelanggan tidak menyadari bahwa beberapa produk tersebut diproduksi oleh salah satu dari 200 lebih pemukiman Israel, dimana pemukiman tersebut dibangun secara ilegal di tanah Palestina yang diduduki dan juga dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.
Palestina menganggap pemukiman ini adalah ancaman yang paling besar atas aspirasi mereka untuk mendirikan negara merdeka.
Menyikapi hal tersebut, pelayanan ekonomi Palestina telah mengumumkan akan lebih agresif menegakkan hukum yang sudah ada dalam penyelesaian kriminalitas perdagangan produk-produk tersebut. Langkah ini kini secara luas mulai dikampanyekan di kalangan rakyat Palestina agar warga lebih tanggap.
Produk dari permukiman Israel saat ini menikmati sekitar 15 persen pangsa pasar Palestina, demikian menurut laporan menteri ekonomi.
Nour Odeh melaporkan kepada Al- Jazeera bahwa langkah penyelesaian untuk melarang produk-produk Israel yang beredar di masyarakat akan memakan waktu dan memerlukan kesadaran dari konsumen Palestina.
Sementara itu Amal Juma, seorang aktivis Palestina dan koordinator kampanye penghentian tembok pembatas, mengatakan kepada Al Jazeera: "Jika Otorita Palestina menekankan pada pelaksanaan keputusan ini, itu berarti pemerintah telah menetapkan kewenangan akan partisipasi dalam memboikot sepertiga dari produk-produk Israel yang datang ke Tepi Barat.
"Ini adalah langkah yang sangat baik untuk mendukung ekonomi Palestina. Ini akan memberikan kesempatan untuk meningkatkan produk Palestina dan memecahkan masalah pengangguran," tambahnya. (mirzah/aljazeera)