Jumat, 10 Pebruari 2012

Buka Puasa di Penjara Megiddo: Lima Potong Kentang untuk 10 Orang

Kamis, 17/09/2009 19:45 WIB

KNRP - Lima potongan kentang untuk masing-masing 10 tahanan merupakan menu buka puasa di Megido, dan itu merupakan porsi terkecil yang didapat selama bulan Ramadhan. Demikian yang disampaikan kantor berita PNN berdasarkan penuturan Hilal Zidan, tahanan yang baru dibebaskan kemarin (16/9) setelah menghabiskan tujuh bulan di penjara Israel.

Pria berusia 27 tahun itu juga mengatakan bahwa meskipun ia menerima sambutan hangat di rumah keluarganya di Jenin, ia merasakan kesedihan bahkan saat berhadapan dengan makan malam buatan ibunya. "Aku punya kepahitan dan rasa sakit yang mendalam akibat hari-hari dalam penjara, khususnya selama Ramadan. Aku merasa sedih ketika aku melihat makanan karena saudara-saudaraku di penjara kehilangan segalanya."

Zidan mengeluhkan makanan yang disediakan oleh departemen tahanan tidak cukup baik secara kuantitas maupun kualitas, khususnya selama bulan Ramadhan.

Wakil dari tahanan politik Palestina telah mengadakan kontak luas dengan administrasi penjara Israel untuk menyediakan kebutuhan Ramadan, namun permintaan tersebut ditolak hingga mencapai kondisi terburuk. Zidan menggambarkan hidangan Ramadhan yang diberikan terdiri dari lima potong kentang untuk 10 orang dan sepotong coklat. Kebutuhan lainnya dapat dibeli para tahanan di toko penjara namun dengan harga selangit.

Zidan ditangkap di rumahnya di Jenin pada 26 Februari tahun ini bersama dengan keponakannya Nasser Mohammad Zidan. Setelah 48 jam interogasi Zidan mengatakan ia drop kerena luka di perut, tetapi pihak administrasi penjara Israel menolak mengobatinya. "Saya tinggal selama tujuh bulan tanpa obat-obatan," katanya kepada PNN.

Selama 18 hari ia disekap dalam ruang kecil dan sempit. Dia tidak diizinkan untuk berkomunikasi dengan pengacara atau Palang Merah. "Tekanan psikologis ini dirancang untuk memaksa saya mengaku bersalah karena mengikuti gerakan Fateh." Selama empat bulan pertama penahanan dia tidak diizinkan untuk bertemu dengan keluarganya, sementara pakaian pemberian dari keluarganya dan Palang Merah juga dilarang. (mirzah/pnn)

0 Komentar

Arsip