Kamis, 09 Pebruari 2012

Cerita di Balik Pertemuan Netanyahu-Abdullah

Kamis, 29/07/2010 06:31 WIB

KNRP – Haaretz, koran Israel mengatakan pada hari Rabu (28/7) bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merasa puas dengan kunjungannya ke Yordania setelah pertemuannya dengan Raja Abdullah II di Amman pada Selasa (27/7). Koran itu menyatakan bahwa pemerintah Presiden Barack Obama berusaha keras untuk terlaksananya pertemuan itu setelah keduanya tidak bersua dalam jangka waktu yang lama.

Menurut surat kabar itu, Netanyahu menyadari tingkatan krisis akut dalam hubungannya dengan Yordania, yang berasal dari kurangnya keyakinan keseriusan Raja Abdullah atas niatan Perdana Menteri Israel untuk mendorong maju dalam proses politik, sebagai akibat dari kebijakan Israel di Yerusalem Timur baru-baru ini, lantaran itu bahwa salah satu tujuan dari pertemuan dengan Raja Yordania itu adalah membangun kembali kepercayaan antara kedua pihak.

Koran nasional penjajah Israel itu menambahkan bahwa meskipun ada cukup beberapa perbedaan pendapat tentang masalah Palestina, namun suasananya tidak sampai menegang, dan kedua pihak telah melakukan upaya besar untuk suksesnya pertemuan itu, dan kepuasan Netanyahu itu memancar karena ia membujuk Abdullah secara serius untuk mencapai kesepakatan perdamaian dengan Palestina.

Diungkapkan bahwa Netanyahu telah meyakinkan Abdullah di Amman terkait kesediaannya untuk mencapai penyelesaian yang langgeng dari semua isu-isu substantif dalam perundingan Palestina-Israel, jika pengaturan keamanan yang tepat yang didirikan dalam rangka negosiasi itu berhasil dilakukan.

Netanyahu juga mengatakan bahwa perjanjian tersebut harus mampu mengatasi untuk pembukaan kembali fron timur dari arah Irak.

Surat kabar terbitan Israel itu menjelaskan bahwa pernyataan yang diterbitkan oleh Kerajaan Yordania setelah pertemuan itu tidak ada sama sekali kritikan atas Israel secara langsung, sebagaimana juga tidak membahas masalah-masalah seperti permukiman, Yerusalem Timur, dan Yordania hanya meminta Israel untuk menahan diri dari mengambil langkah-langkah sepihak yang akan membuat sulit untuk membangun solusi dua-negara.

Perlu dicatat bahwa pertemuan ini mencuat setelah istirahat hampir sama sekali selama lebih dari setahun, dan kunjungan Netanyahu ke Yordania pada Selasa lalu itu meru[akan yang kedua setelah ia kembali ke Kantor Perdana Menteri sejak satu setengah tahun lalu, dan keduanya tidak berbicara melalui telepon hampir satu tahun terakhir.

Untuk tujuan perbandingan, lanjut surat kabar itu, Netanyahu berkunjung ke Kairo sudah lima kali, seperti juga Netanyahu berbicara dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak melalui telepon beberapa kali dalam seminggu.

Surat kabar itu mengutip satu sumber senior di pemerintahan Obama bahwa AS memainkan peran dalam mendorong pertemuan tersebut, dan membuat upaya besar dalam pembukaan kembali tugas kontak antara Netanyahu dan Raja.

Dia mencatat bahwa persiapan untuk pertemuan itu dilakukan di Israel secara rahasia oleh pejabat senior Israel yang dipimpin oleh kepala Mossad Meir Dagan, yang bertanggung jawab atas hubungan keamanan denganYordania, yang ia juga ikut berpartisipasi dalam pertemuan itu.

Dia mengatakan bahwa masalah perjalanan Netanyahu ke Yordania itu tidak mengetahuinya kecuali beberapa menteri senior saja, dan tidak mempublikasikan berita tentang pertemuan itu kecuali setelah ia kembali melalui helikopter dari Amman ke Yerusalem, bahkan kedutaan Israel di Amman baru mengetahui adanya pertemuan itu dari laporan berita televisi Yordania.(milyas/aljzr)

0 Komentar

Arsip