Jumat, 10 Pebruari 2012

Erdogan Minta Israel Beri Dana Kompensasi pada Keluarga Korban Mavi Marmara

Rabu, 28/07/2010 13:48 WIB

KNRP - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, kembali menegaskan tuntutannya terhadap penjajah Zionis Israel untuk meminta maaf atas disebut sebagai pembajakan terhadap konvoi "armada kebebasan" di wilayah perairan internasional.

Dalam konferensi pers, Erdogan bersama PM Inggris, David Cameron pada Selasa (27/7), dikatakan Israel harus segera memberi dana kompensasi langsung kepada keluarga sembilan orang Turki yang meninggal karena serangan tentara Israel di kapal Mavi Marmara. "Mereka menjadi target pembunuhan padahal mereka membawa misi kemanusiaan, membawa bantuan sarat makanan dan obat-obatan untuk sekitar dua juta warga Palestina terisolasi di Gaza selama lebih dari tiga tahun, oleh Israel" , jelas Erdogan. Ia lalu menyatakan, blokade Gaza harus segera dibuka.

"Gaza hidup dalam penjara terbuka, dan menjadi objek serangan permanen, invasi dan pertempuran yang bisa berlangsung setiap hari... kita berbicara tentang Israel yang menggunakan bom fosfor saat menyerang Gaza, memunculkan kerusakan infrastruktur dan suprastruktur secara menyeluruh sampai bangunan milik PBB bangunan pun ikut terkena akibatnya. Dan sampai sekarang, tidak dibolehkan bahan bangunan masuk ke wilayah Gaza, sangat dramatik sekali," jelas Erdogan.

Erdogan juga mengkritik sikap dunia internasional yang diam terhadap apa yang terjadi di Gaza, serta kegagalan menagih janji rekonstruksi Gaza. "Kami pergi ke Sharm El-Sheikh dan dan di sana menjanjikan bantuan dana 4,5 miliar dolar untuk rekonstruksi Gaza. Tapi itu tidak lebih dari tulisan di ats kertas," ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris juga menyampaikan bahwa "Gaza sudah hidup di penjara", menggambarkan situasi kemanusiaan yang sangat sulit di Gaza sebagai sulit. Cameron mengatakan, "Kita harus mencabut embargo dan memungkinkan bantuan kemanusiaan ke Gaza." Ia juga mendesak Zionis Israel untuk serius merealisasikan perdamaian di Timur Tengah, setelah dua dekade penandatanganan perjanjian damai yang sampai sekarang hasilnya nihil. (mln/palestine information center)

0 Komentar

Arsip