Selasa, 15/09/2009 16:24 WIB
KNRP - Berbagai upaya dilakukan pemerintah Palestina untuk menghentikan aksi-aksi teror Israel ke wilayahnya. Kali ini Ismail Haneyya, Perdana Menteri pemerintah Palestina di Jalur Gaza, telah berdiskusi dengan Dr Yusuf Al-Qaradhawi, sekretaris jenderal Persatuan Ulama Internasional, mengenai ancaman Zionis dalam menduduki Yerusalem.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan dari kantor Haneyya pada hari Senin (14/9) mengatakan bahwa perdana menteri telah berbicara dengan Syeikh Qaradhawi melalui telepon dan memberitahukan padanya tentang bahaya yang mengancam Yerusalem dan Masjidil Aqsha.
Dia menyoroti peningkatan otoritas pendudukan Israel (IOA) dalam melancarkan aksi yahudisasi, pembongkaran rumah-rumah, penggalian terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha, menganiaya warga dan melarang warga negara untuk bisa sampai ke Al-Aqsa guna melaksanakan ibadah shalat.
Haneyya juga berbicara tentang penderitaan penduduk Gaza yang berada dibawah pengepungan ketat tentara IOA yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun. Pengepungan ini telah menyebabkan warga kesulitan mendapatkan makanan, pendidikan yang layak, dan sarana kesehatan yang memadai.
Dari hasil pembicaraan kedua belah pihak belum didapatkan kabar lebih lanjut mengenai tanggapan dan usulan Qaradhawi atas dialognya dengan Haneya. Namun yang pasti Qaradhawi telah mengutuk keras aksi-aksi keji Israel dalam menjajah warga Palestina, terutama tindakan mereka selama bulan Ramadhan. (mirzah/vop)