Jumat, 10 Pebruari 2012

Libanon vs Israel

Hizbullah: "Jika Israel Serang Dahiya, Kami Serang Tel Aviv"

Senin, 03/08/2009 12:12 WIB

KNRP - “Jika kalian serang Dahiya, kami akan serang Tel Aviv”. Dahiya, adalah nama sebuah kampung kecil di Libanon. ”Bukan Tel Aviv bila serang Beirut, tapi Tel Aviv bila serang Dahiya. Kalimat itu begitu menakutkan bagi penjajah Israel. Dikatakan oleh Pemimpin Hizbullah Libanon, Hasan Nashrullah, menanggapi pernyataan tokoh militer Israel yang menyatakan, bakal membumihanguskan semua desa di mana Hizbullah melontarkan misilnya.

Hizbullah, merupakan musuh Israel yang pada tahun 2006 lalu, pernah terlibat peperangan sengit. Dengan pernyataan itu, Hizbullah seperti menyatakan bahwa pihaknya kini telah berhasil melakukan pengembangan kekuatan nuklirnya secara kualitas maupun kuantitas.

Sejumlah pengamat militer Libanon mengatakan bahwa Hizbullah memang telah mengembangkan daya perangnya, termasuk rudal Katyusha yang dalam perang 2006 telah menyengsarakan Israel. Waled Sukreya, pakar militer Libanon mengatakan, ”Hizbullah berhasil mengembangkan kemampuan militernya sejak usainya perang Juli 2006. Kekuatan itu berbentuk kemampuan roket nya yang berjarak lebih jauh dari sebelumnya. Bukan hanya bisa mencapai Tel Aviv, tapi juga ke Naqeb yang berada di Selatan Israel dan berbagai lokasi Israel lainnya.” Hizbullah juga dikatakantelah memiliki roket-roket anti tank yang dianggap mampu menghancurkan tank-tank Israel.

Terkait kemampuan pertahanan udara Hizbullah, disebutkan bahwa Hizbulah mengaku telah berhasil mengantisipasi kerusakan yang terjadi pada perang 2006. Kini, Hizbullah telah memiliki pertahanan udara yang sangat lebih baik, dan dianggap mampu menghadapi pesawat tempur Israel.

Harian Haaretz Israel menyebutkan, saat ini tengah terjadi situasi genting di wilayah perbatasan dengan Libanon. ”Kegentingan itu memunculkan ketakutan Israel bila Hizbullah Libanon menata kekuatannya yang memiliki kemampuan rudal anti pesawat untuk menghadapi pesawat udaraIsrael di berbagai tempat di Libanon,” tulis Haaretz. Ditambahkan pula bahwa bila Hizbullah menyebarkan kekuatan perangnya di wilayah pegunungan Libanon, ”Itu berarti telah memberi batas terhadap aktifitas pesawat tempur Israel yang sebelumnya bisa beterbangan di langit Libanon.”

Berbagai harian pro Hizbullah di Libanon bahkan lebih merincikan kekuatan perang Hizbullah hari ini. Mereka menyatakan, kini Hizbullah memiliki jumlah missil yang berlipat ganda dibanding pada tahun 2006, yakni minimal 42 ribu missil dengan variasi jangkauan menengah dan jauh. Sedangkan pada tahun 2006, disebutkan Hizbullah hanya memiliki 13.000 missil.  (mln/iol)

 

0 Komentar

Arsip