Jumat, 10 Pebruari 2012

Inggris: Tindakan Israel Terhadap Gaza Tidak Dapat Diterima

Rabu, 28/07/2010 21:55 WIB

KNRP - Perdana Menteri Inggris, David Cameron, telah mengutuk tindakan Israel yang menyerang sebuah konvoi bantuan kemanusiaan di perairan internasional dan mengubah Gaza menjadi kamp penjara terbesar di dunia.

"Situasi di Gaza telah berubah," kata Cameron pada hari Selasa (27/7) dalam jumpa pers bersama dengan Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan di Ankara.

Israel terus menindas 1,5 juta penduduk Jalur Gaza yang berada di bawah blokade ketat selama lebih dari tiga tahun dan telah menolak masuknya makanan, obat, bahan bakar dan bahan penting lainnya ke dalam wilayah pesisir itu.

"Barang bantuan Kemanusiaan serta bantuan tenaga harus mengalir ke Gaza. Tidak bisa jika wilayah itu tetap dibiarkan seolah menjadi sebuah kamp penjara," kata perdana menteri Inggris itu.

Cameron mengecam serangan Israel ke armada Kebebasan Gaza pada bulan Mei silam yang menewaskan setidaknya sembilan aktivis dan melukai puluhan lainnya.

"Serangan Israel ke armada Gaza benar-benar tidak dapat diterima dan saya telah mengatakan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bahwa kita mengharapkan penyelidikan atas Israel dapat segera terlaksana, transparan dan ketat.."

Perdana menteri Inggris juga menyatakan dukungan bagi upaya Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa, serta berjanji untuk membuka jalan dari Ankara ke Brussels, demikian yang dilaporkan The Daily Mail.

"Ketika saya berpikir tentang apa yang telah dilakukan Turki untuk mempertahankan Eropa sebagai sekutu NATO, dan apa yang Turki lakukan hari ini di Afghanistan bersama sekutu Eropa, membuat saya menyesal jika upaya menuju keanggotaan Uni Eropa hingga saat ini masih belum mendapat kemajuan, "ujar Cameron.

Meskipun perdagangan antara Inggris dan Turki telah jatuh sejak tahun lalu, dan lebih meningkat dengan Perancis, Cameron berjanji untuk tetap membantu Turki semaksimal mungkin hingga Turki bisa mendapat keanggotaan Uni Eropa, demikian AFP melaporkan. (mirzah/afp)

0 Komentar

Arsip