Kamis, 09 Pebruari 2012

Inilah Janji Abbas dalam Negoisasi Langsung

Selasa, 07/09/2010 12:29 WIB

KNRP - Presiden Palestina Mahmoud Abbas berjanji bahwa ia tidak akan mengabaikan prinsip dasar perjuangan Palestina untuk mencapai kesepakatan damai dengan pihak Israel. Sementara ragam komentar yang saling bertolak belakang mendera pemerintah Israel tentang kemungkinan untuk mencapai perdamaian dalam setahun.

Komitmen Presiden Abbas itu dikutip dalam wawancara dengan surat kabar al-Ayyam Palestina di edisi hari Senin, di mana dia mengatakan, "Saya tidak akan membiarkan penghancuran Negara ini, dan tidak akan melepaskan segala prinsip-prinsip dasar."

Dia mengatakan bahwa dia akan hengkang dan dirinya tidak akan menerima untuk menandatangani satu langkah mundur pun jika dirinya diminta untuk pengabaian konsesi untuk hak pengungsi dan perbatasan 1967.

Kemudian presiden Palestina itu mengaitkan dari kelanjutan negosiasi langsung itu dengan memperpanjang penundaan parsial pembangunan pemukiman. "Negosiasi langsung akan berlangsung selama satu bulan, jika pemerintah Israel telah memperpanjang keputusan untuk menghentikan permukiman Israel, maka kami akan terus (berunding), dan jika tidak menunda, maka kami akan keluar dari negosiasi ini," kata Abbas.

Abbas mengatakan bahwa "Komentarnya ini sudah jelas bagi Presiden Barack Obama dan Hillary Clinton, juga antara saya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu."

Abbas menekankan pentingnya berfokus pada tema perbatasan dan keamanan secara berurutan dari putaran pertama negosiasi, ia mengatakan, "Jika kita masuk ke dalam perundingan, maka harus dimulai dengan perbatasan dan keamanan, perbatasan adalah yang kami pentingkan secara esensial, dan keamanan yang (warga Israel) pentingkan.”

Abbas juga menambahkan, yang pertama kali harus disetujui adalah perbatasan 1967 dan demarkasi perbatasan, karena itu akan menjadi titik awal untuk menemukan solusi terhadap Yerusalem, air, dan permukiman, dan yang tersisa adalah masalah pengungsi dan lainnya pada putaran kedua nanti.

Abbas menolak bentuk kehadiran Israel apapun, baik sipil maupun militer di wilayah Palestina ketika kesepakatan itu tercapai.(milyas/aljzr)
 

0 Komentar

Arsip