Kamis, 09 Pebruari 2012

Inilah Makna Syarat Negoisasi Abbas

Kamis, 29/07/2010 14:44 WIB

KNRP - Pemimpin senior Hamas, Dr Salah al-Bardeel memperingatkan Presiden Mahmoud Abbas dari konsekuensi kembali ke perundingan, baik itu dengan perlindungan dari Arab atau karena tekanan Amerika, karena perundingan itu akan memperburuk kesenjangan dan perpecahan, dan menempatkan masalah ini di ambang keruntuhan dan itu hanya akan menguntungkan pendudukan Zionis.

Dia mengatakan bahwa perbincangan Abbas tentang perlunya referensi yang jelas dan spesifik untuk negosiasi sebagai syarat untuk memulai kembali perundingan langsung, itu merupakan pengakuan pemerintahan Fatah yang telah melakukan kesalahan besar selama lebih dari 20 tahun perundingan tanpa referensi.

Bardaweel dalam pers rilisnya yang tertulis dan dikirimkan kepada Quds Pers menyebutkan bahwa Mahmoud Abbas dan para pimpinan Faksi Fatah bertanggung jawab atas segala apa yang terjadi pada tanah Palestina dan tempat-tempat suci serta masalahnya selama periode negosiasi dan konsesi.
"Musuh (Israel) selama periode perundingan itu mampu mengokohkan realitasnya di tanah dan tempat-tempat suci dan menyulap Faksi Fatah sebagai satpam keamanan penjajah dan memecah belah bangsa Palestina untuk kemudian menjadikannya antara sebagai pendukung Faksi Fatah yang memimpin dalam penjaga keamanan pemukiman dengan pendukung dari Hamas yang menempuh jalan perlawanan, " beber Bardaweel.

Dia lalu mempertanyakan kemampuan Abbas untuk melanjutkan pada sikapnya itu, terutama banyaknya laporan media ihwal peringatan Mitchell -utusan khusus AS di Timteng- terhadap Abbas yakni Abbas tidak akan mendapatkan dukungan dari Presiden Amerika untuk mendirikan negara Palestina kecuali jika ia setuju untuk memulai perundingan langsung dengan Israel.

Dia menunjukkan bahwa Abbas akan berusaha untuk mendapatkan pembenaran Liga Arab pada pertemuan Komite Pemantau Arab, yang dijadwalkan akhir bulan ini, untuk melanjutkan perundingan dengan AS tanpa syarat.

Bardawil juga mendesak Liga Arab untuk membuka topengnya terkait setiap perundingan di masa depan, terutama karena niat dari Zionis di balik negosiasi itu, yaitu melalui pemberian beberapa fasilitas bagi orang-orang dari Tepi Barat dalam kondisi pembangunan pemukiman di Yerusalem dan Tepi Barat terus berlanjut serta Yahudinisasi tempat-tempat suci dan pengusiran warga Palestina di Negev, yang memberikan indikasi kerugian bagi Palestina.(milyas/alzytn)
 

0 Komentar

Arsip