Kamis, 09 Pebruari 2012

Intelejen Hezbullah di Wilayah Caplokan Israel

Senin, 14/09/2009 15:27 WIB

KNRP – “Antara Palu dan Alasnya (Arab Israel dan Serangan Rahasia Hezbullah).” Itulah judul hasil sebuah studi Israel terkait apa yang mereka namakan dengan fenomena kelindan kerja sama Hezbullah dengan warga Arab Palestina di wilayah-wilayah caplokan Israel.

Studi yang dikeluarkan oleh Lembaga Studi Keamanan Nasional Israel di Tel Aviv itu melihat kasus penangkapan mahasiswa Palestina Rawee Sultani oleh Israel pada Agustus lalu merupakan kasus adanya kelindan kerja sama yang lebih berbahaya. Rawee sendiri dikenakan tuduhan atas kegiatan mata-mata untuk Hezbullah, dan kasus itu mengingatkan Israel pada kasus-kasus serupa sebelumnya yang dilakukan sejumlah warga Arab Palestina.

Menurut pihak lembaga studi itu, masalah Rawee itu mendapatkan perhatian sangat khusus. Pasalnya, ungkap hasil studi itu, motif aksi mata-mata itu ditengarai sangat idiologis, karena Rawee sendiri sampai sesudah ia dibekuk masih bungkam saat ditanyai siapa penghubung dia di Hezbullah.

Lebih jauh laporan studi itu mengatakan, kasus Rawee sangat berbeda dengan kasus-kasus serupa sebelumnya, dimana sejak tahun 2002 sudah mulai terungkap kondisi-kondisi yang dilakukan warga Arab di Palestina 48 dimana mereka mengumpulkan berbagai informasi untuk Hezbullah hanya untuk mendapatkan imbalan materi dan narkoba.

Di antara kasus-kasus itu antara lain, seorang di militer Israel bernama Omar El-Heeb dari Beit Zarzaer di wilayah Palestina 48 yang ditangkap pada Okotber 2002, yang kemudian divonis penjara atas tuduhan kegiatan mata-mata dan menjalin kerja sama dengan seorang pedagang Libanon bernama Kameel Nahara atas perintah Hezbullah.

El-Heeb dan beberapa kerabatnya yang terlibat di militer Israel diketahui menyuplai data peta-peta militer, posisi-posisi tank dan kamera-kamera yang dipasang di sepanjang perbatasan, sehingga pergerakan militer dari utara Israel dapat dipantau. Atas kerjanya itu, sambung hasil studi itu, El-Heeb dan kelompoknya mendapatkan imbalan narkoba untuk dijual di pasar-pasar Israel.

Sementara pada tahun 2003, jaringan intelejen Hezbullah berhasil diungkap. Jaringan itu sukses mendapatkan foto-foto pangkalan militer Israel, berbagai pemukiman dan fasilitas-fasilitas sipil lainnya. Tercatat pula pada tahun 2006 penangkapan atas Reyaad Mezaareb dari Desa Mezaareb atas tuduhan mata-mata untuk Hezbullah dengan imbalan narkoba yaitu pada saat Perang Libanon II. Demikian juga pada tahun 2008 Israel menangkap Lewis Baluth dari Galeel Ala juga atas tuduhan kegiatan mata-mata.

Namun hasil studi itu menilai kasus Rawee sangat berbahaya. Pasalnya, ia merupakan anggota dari Kelompok Nasionalis Demokratis pimpinan Dr Azmee Basharah yang oleh Israel dituding sebagai agen Hezbullah. Sementara Ketua Kelompok Nasionalis Demokratis Waseel Taha menyebut laporan Israel itu sebagai upaya provokasi untuk menyerang legalitas kelompoknya.(milyas/aljazr)


 

0 Komentar

Arsip