Senin, 06 Pebruari 2012

Israel Setujui Pembangunan Pemukiman Baru di Tepi Barat

Senin, 08/03/2010 19:26 WIB

KNRP - Upaya perdamaian antara Israel dan Palestina seolah selalu akan menemuai jalan buntu. Hal ini tidak lain lantaran Israel yang kerap tak mematuhi kesepakatan-kesepakatan untuk pembekuan pemikumam Yahudi sebagai salah satu syarat terciptanya perundingan damai.

Israel telah memberi lampu hijau bagi pembangunan 112 rumah baru untuk pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki. Demikian keterangan yang dikeluarkan oleh kementrian lingkungan Israel pada hari Senin (8/3).

Perluasan ini akan dilakukan beberapa jam sebelum kedatangan wakil President AS, Joe Biden, dan satu hari setelah Palestina setuju untuk melakukan perundingan tidak langsung dengan Israel. Hal ini jelas menjadi ancaman lebih lanjut bagi proses perdamaian.

Menteri Urusan Lingkungan Israel, Gilad Erdan, mengatakan bahwa proyek di pemukiman Beitar Illit dekat Betlehem adalah sebuah pengecualian untuk dihentikan dalam penyelesaian parsial ekspansi pemukiman yang diumumkan pada bulan November lalu.

"Pada akhir tahun lalu, pemerintah memutuskan untuk membekukan pembangunan, namun keputusan ini dikecualikan untuk kasus-kasus yang terkait masalah keamanan proyek-proyek infrastruktur yang sudah ada sebelum pembekuan, seperti yang terjadi di Beitar Illit," ujarnya kepada radio tentara.

Upaya Israel melanjutkan perluasan permukiman merupakan salah satu kendala terbesar untuk dimulainya kembali pembicaraan perdamaian dengan Palestina yang hingga kini ditangguhkan selama lebih dari setahun.

Warga Palestina jelas mengutuk tindakan tersebut dan mendesak Amerika Serikat untuk campur tangan menghentikan ekspansi.

"Israel terus menghancurkan usaha-usaha perdamaian dan pemerintah AS harus mengambil tindakan untuk menghentikan semua aktivitas pemukiman di Tepi Barat dan timur Yerusalem." Demikian ujar jurubicara Otoritas Palestina, Nabil Abu Rudeina, kepada AFP.

"Otoritas Palestina mengutuk kegiatan ini dan pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas sabotase upaya perdamaian," tambahnya. (mirzah/insing)

0 Komentar

Arsip