Jumat, 10 Pebruari 2012

Israel Tak Pedulikan Kondisi Kesehatan Tahanan Palestina

Rabu, 01/09/2010 06:37 WIB

KNRP - Israel telah memutuskan untuk mencabut perawatan medis enam tahanan Palestina yang sakit dan membutuhkan perawatan dengan menempatkan mereka dalam kurungan ketat.

Layanan penjara Israel telah memilih untuk memindahkan mereka dari rumah sakit penjara Israel Ramleh ke penjara pusat.

sementara itu keluarga korban turut berkumpul bersama aktivis pergerakan dan organisasi hak asasi manusia untuk melakukan protes. Aksi itu menyerukan peringatan bahwa memindahkan narapidana ke penjara tanpa adanya fasilitas medis sama saja dengan melakukan pembunuhan yang disengaja, ujar seorang koresponden kepada Press TV di Jalur Gaza.

"Anak-anak kita sakit dan sekarat akibat penyakit serius di penjara-penjara Israel. Para penjahat Zionis setidaknya harus menghormati kesucian bulan suci Ramadan," kata Abu Ismail, ayah dari salah satu tahanan yang sakit.

"Langkah ini menempatkan kehidupan tahanan pada risiko karena kurangnya perhatian medis dan penganiayaan. Izinkan saya juga menambahkan bahwa bahkan Rumah Sakit penjara Ramleh hanya menyediakan perawatan medis yang sangat sedikit untuk tahanan, "kata Khalil abu-Shamallah dari kelompok Al-Damir hak asasi manusia.

Di lain pihak, Komite Internasional Palang Merah menolak permintaan Press TV untuk memberikan komentar.

Israel menduduki dan kemudian dianeksasi wilayah Palestina di Tepi Barat pada tahun 1967. Selanjutnya negara Zionis itu mengesampingkan penolakan masyarakat internasional atas tindakan mereka. Sejak saat itu, Tel Aviv telah menahan lebih dari 700.000 orang Palestina dalam waktu yang lama.

Ada sekitar 9.000 tahanan Palestina dalam penjara Israel. Para keluarga korban telah berulang kali menyeru organisasi hak asasi manusia untuk campur tangan dalam rangka untuk membebaskan orang-orang yang mereka cintai. Banyak di antara para korban yang dipenjara tanpa pengadilan dan dakwaan yang jelas.

Menurut Departemen urusan Tahanan Palestina, hampir 200 tahanan Palestina sejauh ini meninggal dalam penjara Israel, baik karena kelalaian medis atau akibat penyiksaan.

Pusat Informasi Israel untuk Hak Asasi Manusia di Daerah Pendudukan, B'Tselem, mengatakan sedikitnya 40 tahanan Palestina telah menderita penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal dan stroke.

Penjara pusat Israel gagal untuk memberikan perawatan medis secara menyeluruh yang diperlukan oleh pasien. Hal ini jelas menambah panjang daftar kekejaman Israel yang sama sekali tidak menghargai hak asasi manusia. (mirzah/ptv)

0 Komentar

Arsip