Kamis, 09 Pebruari 2012

Israel Usir 700 Penduduk Desa Aqoreb

Rabu, 28/07/2010 14:26 WIB

KNRP - Pandangan mata anak-anak itu tenang dan teduh. Sementara para orang tua mereka berusaha mempersiapkan hari baru dengan domba dimiliki keluarga mereka, sebagai mata pencaharian satu-satunya selama ini. Dalam situasi tenang itu, tiba-tiba saja ratusan polisi Israel datang dan melakukan serangan bersama dengan militer Israel. Sejumlah keluarga Palestina itu diusir paksa untuk keluar dan meninggalkan rumah mereka. Penjajah Zionis lalu menghancurkan rumah-rumah satu desa itu dengan buldoser. Itulah sepintas adegan kemarin pagi di desa Aqareb (Selasa, 27/07/2010) , salah satu desa yang didiami oleh warga Muslim Palestina yang dianggap ilegal oleh Israel.

Saqr Abu Shaluk, Dir jen badan informasi menyampaikan kepada media massa, secara lebih rinci tentang apa yang terjadi. "Sebelum terbit matahari pagi, sekitar 1500 orang polisi dan tentara Israel bersenjata lengkap menyerbu desa. Mereka mengepung rumah-rumah sehingga tak satupun penduduk yang bisa keluar dari rumahnya," ujar Shaqr.

Ia menambahkan, "Polisi bahkan lalu menyerang anak-anak dan perempuan dengan memukuli mereka agar mereka tidak melakukan perlawanan dan takut, kemudian mereka dipaksa keluar rumah, dan dinaikkan ke atas truk ke tujuan tidak diketahui."

Desa Aqoreb merupakan salah satu dari desa Palestina yang diduduki Israel tahun 1946 terletak di wilayah Naqeb. Namun demikian, desa itu dianggap penduduk Palestina sebagai wilayah sengketa yang tak diduduki oleh Israel. Sementara Israel menganggap desa itu tidak sah untuk menjadi tempat tinggal. Dan dalam peraturan yang dibuat sepihak oleh penjajah Israel, desa itu tidak sesuai dengan tata kota yang dirancang Israel.

Desa yang ditinggali oleh sekitar 700 orang itu juga menjadi tempat peternakan domba dan sapi yang menjadi sumber kehidupan penduduknya. Tanahnya yang keras menyebabkan desa itu sangat membutuhkan banyak bantuan. Di samping, para penduduknya tinggal di rumah-rumah yang terbuat dari tanah dan sebagian lain tinggal di tenda-tenda. (mln/palestine information center)
 

0 Komentar

Arsip