Rabu, 01/09/2010 07:01 WIB
KNRP - Asosiasi Palestina untuk Membela Hak-hak Prinsipil menggelar konferensi konsultasi di Beirut dengan partisipasi wakil-wakil dari semua negara Arab. Demikian seperti diberitakan Aljazeera, Selasa (31/8).
Sekretariat Asosiasi Palestina dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa konferensi sebenarnya akan diadakan pada tanggal 23 dan 24 September yang akan membahas program dalam persiapan untuk konferensi tahun pertama di bulan November tahun depan.
Pertemuan di Beirut itu memiliki arti khusus lantaran perkembangan akhir-akhir ini, terutama pembaruan negosiasi langsung antara Otoritas Palestina, Israel dan blokade Israel yang terus-menerus atas Jalur Gaza serta kelanjutan dari Yahudinisasi Yerusalem dan lain-lain.
Asosiasi Palestina Pendahuluan sudah terpilih dan memiliki dua komite, satu untuk penyusunan struktur organisasi Asosiasi Palestina, yang akan diajukan ke Sidang Umum, dan yang kedua adalah komite politik untuk menyediakan program politik untuk konferensi.
Untuk diketahui, Asosiasi Palestina adalah sebuah organisasi yang disokong oleh tokoh-tokoh politik yang mendukung perlawanan Palestina, dan tidak mesti tokoh-tokoh itu akan membentuk faksi bersenjata Palestina baru, tetapi mereka mendukung perlawanan politik yang tidak tertampung di gerakan-gerakan seperti Jihad Islam dan Perlawanan Islam Gerakan (Hamas).
Seorang intelektual Arab, Azmi Bishara, salah satu pendiri Asosiasi Palestina, mengatakan bahwa Asosiasi Palestina memegang sikap perlawanan dengan berpegang teguh pada prinsip dan hak, tapi Asosiasi Palestina berada di luar konflik Palestina baik konflik bersifat organisasi maupun faksi.
Disebutkan bahwa Asosiasi Palestina keanggotaannya terdiri dari setiap Palestina dan Arab, dan yang keanggotaannya terbuka untuk semua yang setuju dengan prinsip Asosiasi Palestina .
Dan pernyataan Deklarasi Asosiasi Palestina, yang ditandatangani oleh kelompok pertama anggota asosiasi mengatakan bahwa mereka menolak untuk mendekati para pemilik perjanjian Oslo dalam tampilan luar dan isi serta tujuan dari perundingan dengan musuh Israel.
Asosiasi Palestina menekankan hak-hak kompensasi dalam hal tanah air dan wilayah, hak kembali, hak untuk menentukan nasib sendiri, menuntut kompensasi atas penderitaan pengusiran pendudukan dan kejahatan mereka, dan untuk mempertahankan kota Yerusalem dan kesuciannya.(milyas/aljzr)