Senin, 06 Pebruari 2012

Ketika Israel Cemaskan Intifadah ke-3 (Bag. 1)

Selasa, 09/03/2010 12:42 WIB

KNRP - Kalangan Israel mulai memperlihatkan rasa cemasnya akan kembali meletus intifadhah ketiga yang syarat dengan spirit agama lantaran adanya kemarahan atas upaya-upaya yahudisasi situs-situs bersejarah Islam dan pelanggaran terhadap kesucian Al-Aqsa dan lokasi sakral lainnya.

Rasa cemas itu kian memuncak setelah adanya reaksi marah Palestina atas kebijakan dimasukkannya Masjid Ibrahimi di Hebron dan Masjid Bilal di Betlehem dalam daftar situs warisan yahudi, dan mencuatnya pelanggaran penjajah Zionis yang berulang-ulang atas Al Aqsa.

Harian Israel Ha'aretz  mengungkapkan pada Senin (8/3), seperti disitat aljazeera, bahwa menurut sumber-sumber Palestina, Israel telah mengirim surat kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang isinya memperingatkan akan meluasnya protes dan bentrokan di Tepi Barat, dan Abbas mengajak Israel untuk mencegah kehilangan kendalinya atas situasi.

Sebelumnya, Kepala Shin Bet Yuval Diskin mengatakan kepada Knesset bahwa pada bulan Desember 2009 lalu intifadhah ketiga akan meletus jika terjadi sesuatu yang besar seperti pemboman atas sebuah masjid.

Diskin memperingatkan Otoritas bahwa Israel terpaksa akan masuk merangsek ke Zona A yang berada di bawah Otoritas Palestina jika Otoritas tidak buru-buru untuk membatasi demonstrasi publik dan menghentikan hasutan.

Israel menyerukan Otoritas agar menghentikan para aktifisnya dan orang-orang Fatah dalam keikutsertaan mereka dalam protes massa dan kampanye boikot atas produk yang diproduksi di pemukiman Israel.

Koran pencaplok itu mencatat bahwa aparat keamanan Israel sangat takut akan meletusnya intifadhah ketiga, tetapi itu secara tidak langsung, namun bagaimanapun Israel sangat prihatin tentang hilangnya kontrol dan meletusnya kerusuhan di Tepi Barat.

Dalam editorialnya Haaretz memperingatkan dari terus berkeliarannya Pemerintah Israel dan kebijakan penundaannya, dan editorial mencatat risiko erosi kepercayaan internasional atas Israel dan akumulasi atas indikator akan pecahnya intifadhah ketiga.

Surat kabar itu mengatakan bahwa dimulainya kembali proses politik merupakan kebutuhan penting untuk mencegah terjadinya penurunan keamanan menuju gelombang kekerasan baru, dan Koran itu menyerukan pemerintah Benjamin Netanyahu niat untuk membujuk warga Israel agar menghentikan gerakan ‘akrobat’ dan segera berurusan melalui negosiasi yang serius.(milyas/aljzr)
 

0 Komentar

Arsip