Jumat, 12/03/2010 22:00 WIB
KNRP – Sebuah koran Israel mengungkapkan fakta bahwa puluhan orang Israel yang bekerja pada Intelijen Umum Shabak dan unit Shaldag serta patroli-patroli pilihan lainnya di dalam militer Israel diketahui telah dikirim selama dua tahun terakhir sebagai staf untuk perusahaan Israel yang bergerak dalam bidang pelatihan khusus tentara bayaran di Teluk Arab.
Disebutkan bahwa para perwira militer senior dan personel intelijen Israel dalam pasukan cadangan itu tersebar di zona yang berbatasan dengan Iran, dan mereka mengajarkan teori-teori perang Israel. Sementara sumber-sumber polisi Israel membenarkan bahwa segala sesuatunya sesuai dengan norma-norma Departemen Perang Israel.
Koran terbitan Zionis Yediot Aharonot pada hari Kamis (11/3) menyebutkan, sebuah minibus setiap paginya berangkat dari pintu masuk sebuah rumah mewah di salah satu negara-negara Teluk Arab, sementara di belakang rumah itu tampak sebuah jalan yang diapit pepohonan dan kolam renang dengan air jernih dan pemandangan yang memukau di ruang makan, dan jalan itu membelah jarak satu jam menuju instalasi militer raksasa di Teluk.
Koran itu menambahkan, para penumpang bus itu memandang dari jendela untuk melihat padang pasir lalu mereka kembali termenung usai menghabiskan hari panjang yang melelahkan usai menghabiskan waktu dengan para serdadu, dimana sebagian dari mereka tampak akan memberikan pelatihan senapan mesin 0,5 mm dan sebagian lainnya mengawasi pelatihan untuk serangan di daerah pemukiman atau di kanal secara langsung atau mendeteksi manuver pada sebuah obyek mencurigakan atau memberikan pelatihan untuk memburu sel-sel kekerasan.
Seperti dikutip mafkarah islam, Jumat (12/3), koran itu menambahkan, unsur personil itu tampak secara simultan selalu siaga melawan waktu untuk menuntaskan pelatihan sesi berikutnya terhadap para prajurit yang diharapkan akan mempertahankan beberapa fasilitas minyak terbesar dan paling sensitif di dunia, dan pada setiap sesi pelatihan itu diikuti oleh 300 tentara.
Yediot Aharonot menjelaskan, secara umum, mereka tidak terlalu muda, di mana umur mereka lebih dari 25 tahun, dan terlihat otot-otot mereka menonjol dan mengenakan kaos yang bertuliskan nama perusahaan besar dipimpin oleh B yakni seorang pengusaha Israel yang mengutus mereka ke sana.
B dan perusahaannya itu terus melakukan kontrak besar di Teluk dalam penjualan peralatan pertahanan dan teknologi untuk instalasi minyak di tengah kemungkinan besar tidak akan baliknya pelatih-pelatih Israel itu ke sana dengan segera, terutama karena adanya kasus pembunuhan di Dubai yang akan menjadi batu sandungan mereka.(milyas/im)