Jumat, 27/01/2012 12:33 WIB
Aparat penjara Israel memindahkan Marwan Barghouti ke sel isolasi setelah melontarkan pernyataan yang mengkritisi Israel di hadapan para wartawan pada Rabu (25/1). Marwan Barghouti adalah salah satu pemimpin gerakan Fatah yang menjadi tahanan politik Israel.
Setelah memberikan testimoninya di pengadilan di Yerusalem Rabu kemarin, Barghouti sempat memberikan pernyataan singkat pada para wartawan Israel dan Palestina. Ia mengatakan, konflik Israel-Palestina hanya bisa diselesaikan dengan cara mengakhiri penjajahan Israel di Palestina, dan Israel mundur dari semua wilayah Palestina sesuai perbatasan sebelum perang tahun 1967.
Rezim zionis nampaknya tak senang mendengar pernyataan tersebut. Setelah kembali ke penjara Hadarim--tempat Barghouti ditahan--aparat penjara melarang Barghouti dibawa kembali ke selnya, tapi ditempatkan ke sebuah sel isolasi. Sel isolasi adalah sel khusus untuk tahanan yang dianggap melanggar aturan.
Tahanan Palestina lainnya memprotes tindakan aparat penjara Israel, dan menuntut penjelasan atas keputusan menempatkan Barghouti di sel isolasi. Namun otorita penjara Hadarim tidak menanggapi protes tersebut.
Organisasi Palestinian Prisoner's Society mengecam pihak penjara Israel yang telah mengisolasi Barghouti dan meminta organisasi-organisasi hak asasi manusia untuk menghentikan kekerasan terhadap para tahanan Palestina yang berada di penjara-penjara Israel.
Barghouti sudah mendekam di penjara Israel sejak tahun 2004, setelah pengadilan Israel memvonisnya hukuman seumur hidup atas dakwaan menjadi dalang atas berbagai aksi-aksi kekerasan terhadap warga Israel. Barghouti merupakan salah satu tokoh Fatah yang disegani, dan disebut-sebut sebagai bakal pengganti Mahmoud Abbas sebagai presiden Palestina. (aisyah/mn)