Jumat, 10 Pebruari 2012

Liga Arab Sepakati Negoisasi Langsung, Israel Langsung Setuju

Jumat, 30/07/2010 08:17 WIB

KNRP - Komite Pemantau Arab pada hari Kamis (29/7) akhirnya sepakat untuk melakukan negosiasi langsung antara Israel dan Palestina dimana terkait waktunya diserahkan kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Sementara faksi-faksi pejuang Palestina memperingatkan ihwal negosiasi ini.

Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, Hamad bin Jassem Al Thani, dalam konferensi persnya di Kairo dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Moussa, setelah akhir siding mengatakan, "Ada persetujuan, tapi persetujuan dalam artian apa-apa yang akan dibahas dan cara-cara pembahasannya."

Perdana Menteri Qatar, yang memimpin komite itu mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan penilaian sikap itu kepada Presiden Abbas ketika mengevaluasi iklim yang sesuai untuk memulai negosiasi ini.

Sheikh Hamad bin Jassim mengatakan kepada wartawan bahwa sikap Arab ini akan dibawa ke Duta Besar AS di Kairo, Margaret Scobey, yang kemudian ia diminta untuk menyampaikannya ke Presiden Barack Obama.

Terkait isi surat itu, ia mengatakan surat itu berisi penjelasan tentang sikap Arab pada dasar-dasar awal negosiasi langsung dan prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam seluruh proses perdamaian.

Terkait sikap Israel, Sheikh Hamad menjelaskan, "Kami yakin kurangnya kesungguhan di sisi Israel dalam proses perdamaian ini, mereka ingin membuang waktu, dan dalam waktu yang sama kami yakin bahwa keseriusan Amerika dan niat dari presiden AS untuk mencapai perdamaian, tetapi apakah mereka dapat mencapai itu, dan ini yang saya tidak dapat mengatakannya atas nama mereka. "

"Apakah kami masuk ke pembicaraan langsung atau tidak langsung, tidak akan ada hasil selama Netanyahu hadir, tapi kami ingin membuktikan bahwa kami bersama perdamaian dunia, tanpa mengabaikan prinsip, tetapi ada persyaratan untuk proses perdamaian, jika disetujui oleh pihak Israel atas (persyaratan) itu, maka selamat dating,” kata pejabat Qatar seperti dikutip aljazeera.

Sementara itu, Amr Moussa mengatakan bahwa Abbas telha menerima pesan tertulis dari Obama yang isinya isyarat yang mungkin dapat dianggap sebagai jaminan Amerika yang jelas. Moussa juga mengatakan pentingnya negosiasi itu sebagai hal yang final untuk menghindari lingkaran setan, itulah isi lainnya lagi dari surat itu.

Di sisi Israel, Benjamin Netanyahu dengan cepat menyatakan kesiapannya untuk memulai negosiasi langsung dan jujur dengan Otoritas Palestina dalam beberapa hari mendatang.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Kepresidenan dari respon pemerintah Israel terhadap keputusan Liga Arab itu, Netanyahu mengatakan bahwa itu adalah mungkin untuk mencapai kesepakatan damai antara kedua negara dalam waktu dekat dengan negosiasi langsung.

Sehubungan dengan pertemuan Liga Arab hari Kamis itu, Hamas dan Jihad Islam serta Front Kebangsaan untuk Pembebasan Palestina menolak upaya yang ditujukan untuk mendorong Palestina ke perundingan langsung dengan Israel, dan memperingatkan bahanya pemberian legitimasi politik Arab untuk perundingan ini.

Hamas mengatakan bahwa Presiden Abbas tidak berwenang untuk bernegosiasi atas nama rakyat Palestina atas hilangnya legitimasi. Sementara Gerakan Jihad Islam, mengumumkan bahwa Komite Pemantau Arab tidak berdaya.(milyas/aljzr)

0 Komentar

Arsip