Senin, 06 Pebruari 2012

Longsoran Tanah dan Retak-retak di Dinding Al-Aqsa

Senin, 08/03/2010 16:50 WIB

KNRP - Syeikh Yusuf Juma Salama memperingatkan ihwal upaya-upaya Israel yang melakukan yahudisasi Al-Quds dan Haram Al-Quds. Imam Masjid Al Aqsa dan mantan Menteri Wakaf Palestina itu menekankan bahwa penggalian Israel atas tanah di sekitar Al-Aqsa dari waktu ke waktu itu akan menyebabkan bencana longsoran tanah yang pada akhirnya akan merobohkan Masjid Aqsha.

Syekh Salamah lalu membeberkan foto-foto longsoran tanah itu dan retakan-retakan di dinding Masjid al-Aqsha serta foto lentera emas yang dibuat oleh orang-orang Yahudi yang kemudian mereka letakkan di samping Al-Aqsa. Salamah menyerukan bangsa Arab untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dalam mendukung Palestina.

Keterangan Salama itu mencuat dalam sebuah seminar yang diselenggarakan pada Senin (8/3) dengan moderator Wakil Direktur Ikatan Wartawan di Mesir, Salah Abdel-Maksoud, di mana Salama berbicara tentang kebohongan Israel dalam merampas hak orang-orang Arab dan kaitan Israel terhadap Al-Quds.

"Orang-orang Yahudi mengklaim bahwa Al-Quds bagi umat Islam menempati tempat ketiga, tapi saya katakan bahwa Masjid Al-Aqsa itu saudara kembar dari Masjidil Haram dan jika ummat ini mengabaikan Masjid Al-Aqsa, maka itu berarti mereka mengabaikan Masjidil Haram karena Nabi saw bersabda bahwa tidak dipaksakan untuk bepergian kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabi saw, danAl-Aqsa," beber Salama seperti dikutip mafkarah islam.

Lebih jauh Syekh Salama mengatakan, "Orang-orang Yahudi mengklaim bahwa Al-Quds dan Palestina keduanya tidak disebutkan dalam Al-Quran, tetapi perkataan ini tidak benar dimana Allah berfirman melalui Nabi Allah Musa, Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: "Masuklah kamu ke negeri ini (Baitulmakdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik", dan para ahli tafsir menjelaskan bahwa maksud negeri di sini adalah negeri Al-Quds”
 

Menurut Koran Elyaum Shabee, Syeikh Salama menambahkan, "Mereka (Yahudi) mengklaim bahwa orang-orang Arab mengabaikan Al-Quds sepanjang sejarah, namun itu klaiman yang tidak benar. Nabi (Muhammad) pun tidak pernah keluar dari Mekah kecuali ke Al-Quds dalam perjalanan Isra dan Mi’raj. Sebagaimana juga Khalifah Umar bin Khattab dimana di eranya Mesir, Irak, Suriah dan Palestina dibebaskan, ia tidak pergi ke salah satu dari negeri itu kecuali hanya ke Palestina dan Al-Quds, dan itu menunjukkan nilai Al-Quds dalam hati umat Islam sepanjang sejarah."(milyas/im)

0 Komentar

Arsip