Rabu, 08/09/2010 16:02 WIB
KNRP - Surat kabar Israel Ha'aretz pada edisi hari Rabu (809) ini mengungkapkan bahwa tanda-tanda kompromi masalah pembekuan pemukiman setelah berakhirnya periode pembekuan itu masih mengawang-ngawang melalui adanya saling pemahaman yang tenang antara pihak Israel dan Palestina.
Menurut adanya saling pemahaman itu, pemerintah Israel tidak akan meratifikasi proyek pembangunan pemukiman baru tanpa diumumkan secara resmi adanya kelanjutan masa pembekuan itu.
Sebuah sumber yang dekat dengan Otoritas Palestina mengatakan kepada Haaretz seperti dikutip maannews, Rabu (809), bahwa dari sudut pandang Otoritas Palestina yang terpenting adalah bukanlah pengumuman resmi oleh Israel, tapi adanya eksekusi penundaan itu secara nyata di lapangan.
Sumber yang sama mengatakan bahwa Otoritas Palestina berencana untuk mengajukan proposal selama perundingan bahwa Otoritas tidak akan setuju untuk negara demiliterisasi secara penuh, dan kondisi ini tidak dapat diterima oleh negara yang berdaulat. .
Di sisi lain, laporan pemantauan yang dikeluarkan pada Selasa oleh International Crisis Group tentang "Reformasi keamanan Palestina di Tepi Barat," disebutkan bahwa runtuhnya negosiasi itu akan membuat sangat sulit untuk berlanjutnya pasukan keamanan Palestina untuk pekerjaan mereka.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa Otoritas Palestina menutup lembaga-lembaga milik Hamas dan mem-PHK ribuan guru dan imam.
Laporan itu mengatakan bahwa Otoritas Palestina terlibat dalam pertempuran melawan oposisi yang dipimpin oleh Hamas tanpa adanya surat yang legal, dan mereka melakukan pelanggaran mencolok terhadap Konstitusi Palestina.(milyas/maannews)