Selasa, 12/01/2010 12:07 WIB
KNRP – Sebuah laporan hak asasi manusia Arab mengecam apa yang disebutnya praktik keamanan Mesir di perbatasan dengan Jalur Gaza. Laporan itu mengkritik apa yang mereka sebut sebagai penggunaan kekuatan mematikan terhadap para pekerja terowongan antara Gaza dan Mesir.
Laporan itu sendiri bertepatan dengan demonstrasi puluhan pengikut oposisi Mesir yang menentang pembangunan dinding baja, dimana Otoritas Palestina menilai bahwa pendirian tembok baja itu tidak merugikan Palestina. Demikian seperti dikutip Aljazeera, Senin (11/1).
Lebih jauh laporan Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia di Britania itu mengatakan bahwa pasukan keamanan Mesir melakukan praktek pembunuhan secara sengaja terhadap mereka yang berada di bawah tanah dan itu jauh dari pengawasan mata dunia.
Laporan itu menunjukkan bahwa telah tercatat 54 kematian yang kebanyakannya akibat menghirup gas yang disemprotkan oleh pasukan Mesir ke dalam terowongan, dimana itu sejenis gas yang menyebabkan sesak napas dan kematian yang cepat.
Selanjutnya pemerintah Mesir juga menggunakan bahan peledak dan pemompa air limbah serta penciptaan getaran buatan guna menghancurkan terowongan di atas kepala para pegawai yang tengah berada di dalam terowongan tanpa peringatan terlebih dahulu.
Laporan itu menekankan bahwa apa yang diklaim pemerintah Mesir demi atas nama kedaulatan nasional dan keamanan itu adalah bertentangan dengan hukum internasional, dan kegiatan Mesir itu berada di bawah pengawasan penuh Amerika Serikat dan Israel.
Walhasil laporan itu menyimpulkan bahwa pemerintah Mesir telah menyulap perangkat keamanannya menjadi perangkat yang mematikan dengan tidak memperhitungkan aturan-aturan hukum internasional, dan itu dikemudian hari akan ada konsekuensi hukum dan peradilan terhadap para pejabat pemerintah Mesir.(milyas/aljzr)