Senin, 06 Pebruari 2012

Netanyahu Bantah Dirinya akan Menghentikan Pemukiman

Senin, 10/05/2010 15:57 WIB

KNRP - Otoritas Palestina mengatakan bahwa penolakan Israel untuk menyetujui pembekuan permukiman merupakan tantangan dan akan memalukan pihak AS. Demikian seperti dikutip Aljazeera, Senin (10/5).

Sikap Palestina yang keras dan tegas ini mencuat usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui sebuah sumber yang dekat dengannya menafikan bahwa dirinya telah memberikan jaminan kepada pihak Amerika yang mengatakan bahwa pihak Palestina dan Israel telah membuat perjanjian untuk menghindari akan melemahkan kepercayaan dalam negosiasi itu.

Dikutip dari sumber ini yang tidak mau diungkapkan identitasnya bahwa Israel tidak membuat pernyataan janji apapun dalam hal perjanjian tersebut. Sumber tersebut menambahkan bahwa Netanyahu menjelaskan kepada orang-orang Amerika itu bahwa perencanaan dan pembangunan di Yerusalem itu akan terus berlanjut seperti biasa seperti yang sudah berlanjut di masa pemerintah Israel sebelumnya selama 43 tahun terakhir.

Seperti ingin menegaskan pernyataan pihak Israel itu, Perdamaian Sekarang, sebuah LSM Israel, menyebutkan bahwa Dewan Kota Yerusalem Israel telah memulai pembangunan 14 unit rumah baru di atas bangunan lama di wilayah Ras al-Amud di Jerusalem Timur, dimana bangunan tua sebelumnya berfungsi pada tahun 1967 sebagai markas polisi Yordania.

Washington telah memperingatkan bahwa ia akan meminta pertanggung jawaban untuk pihak manapun yang telah merusak kepercayaan dalam perundingan tidak langsung itu, yang telah diluncurkan sejak Ahad (9/5) kemarin yang disponsori Amerika.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Philip Crowley mengatakan, "Seperti kedua belah pihak telah tahu, jika salah satu dari keduanya itu melakukan apapaun yang menurut kami akan menghalangi negosiasi tidak langsung itu secara serius, maka kami akan meminta tanggung jawanya dan dan kami memastikan atas kelanjutan perundingan itu."

Crawley menambahkan, "Negosiasi ini serius. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas mencoba untuk bergerak maju dalam situasi yang sulit."

Pejabat Amerika itu menegaskan bahwa Washington telah menerima komitmen dari kedua belah pihak, dan AS telah memberikan kepada keduanya jaminan yang akan mendorong perundingan tidak langsung itu ke depan, menunjukkan dan isi pembicaraan akan tetap berlaku.(milyas/aljzr)

0 Komentar

Arsip