Minggu, 07/03/2010 16:10 WIB
KNRP - Organisasi Konferensi Islam (OKI) mengutuk agresi Israel terhadap tempat suci umat Islam setelah pasukan Israel itu menyerbu halaman Masjidil Aqsa setelah shalat Jumat. OKI memperingatkan akan terjadinya perang agama jika pelanggaran Israel baru dan kasar terhadap hukum internasional itu terus berlanjut.
Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu mendesak masyarakat internasional, khususnya negara kuartet untuk "memperhatikan bahayanya pelanggaran Israel atas realitas dan masa depan di kawasan." Ia juga menyerukan adanya gerakan internasional pada semua tingkat untuk menghentikan agresi Israel dan memaksa Israel untuk menghormati hukum internasional.
Seperti diketahui, ada sekitar 50 jamaah shalat Palestina yang terluka oleh peluru karet dan sesak napas akibat gas air mata usai pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa dan halamannya setelah salat Jumat dan sekaligus menyerang jamaah shalat di sana.
Menurut sumber Israel, seperti dikutip aljazeera, Sabtu (6/3), ada 18 polisi terluka dalam bentrokan. Demikian juga pasukan pendudukan Israel telah menangkap lima pemuda di Al-Quds.
Sementara Kepala Unit Al-Quds di Kantor Presiden Palestina, Ahmed Ruwadi mengutuk keras penyerban Israel atas halaman Al-Aqsa, dimana kepolisian pencaplok itu mengklaim bahwa seranan itu mencuat setelah adanya lemparkan batu ke arah Buraq Square yang oleh orang-orang Yahudi dinamakan sebagai Tembok Ratapan.
Ruwaidi lalu menganggap bahwa lemparan itu sebagai tindak balasan dimana sebelumnya pihak pendudukan menghancurkan speaker Masjid Al-Aqsa pekan lalu, dan mereka juga melakukan serangan terhadap jamaah shalat lansia dan wanita.
Presiden Otoritas Palestina sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang menganggap bahwa pasukan pendudukan itu telah menerobos semua Garis Merah, dan bahwa Israel tengah menyeret wilayah Palestina untuk "perang agama".
Otoritas juga menunjukkan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah membuat kontak "untuk mengakhiri provokasi ini," dan menuduh pemerintah Israel berusaha untuk mencegah kembalinya ke perundingan perdamaian.
Dalam kaitan itu Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan yang mengekspresikan kekhawatiran atas situasi yang tegang di wilayah Palestina yang dicaplok itu, termasuk Al-Quds Timur, dan DK PBB mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan provokatif.(milyas/aljzr)