Jumat, 10 Pebruari 2012

Palestina-Israel Akan Demo Bareng, Ada Tukar Parcel

Senin, 14/09/2009 14:42 WIB

KNRP – Sebuah demonstrasi unik akan digelar bersama-sama antara aktifis Palestina dan Israel di perbatasan Jalur Gaza. Dalam askinya nanti, kedua aktifis dari negara penjajah dan yang dijajah itu menuntut segera dilaksanakannya pertukaran tahanan-tahanan Palestina dengan Gilad Shalit. Rencananya, mereka akan bertukar parcel karena bertepatan dengan hari Ied Islam dan perayaan Kristen.

“Kami akan berdemonstrasi pada Rabu mendatang untuk pembebasan para tahanan Palestina, yaitu di tempat perlintasan Nahel Ouz, timur Gaza yang berhadapan dengan demonstrasi Israel untuk pembebasan Shalit,” kata Sami Obaid, aktifis Komisi Penghancuran Isolasi, kepada islamonline, Ahad (13/9).

Lebih jauh obaid menjelaskan, “Pada saat demonstrasi, para pendemo untuk pertama kali akan dapat saling melihat. Mereka sepakat untuk segera adanya kesepakatan terkait pertukaran para tahanan Palestina dengan Shalit.”

Adapun tujuan dari demonstrasi bareng itu, ungkap Obaid, ingin menyampaikan pesan kepada warga Israel dan dunia internasional bahwa seperti juga ada tahanan Israel sejak 3 tahun lalu, demikian juga ada ribuan tahanan Palestina di sel-sel Israel sejak puluhan tahun lalu, khususnya lagi tahanan-tahanan asal Gaza yang sejak 3 tahun lalu terisolasi dan tidak diperbolehkan dijenguk dan mendapatkan surat dari sanak kerabat.

Acara demostrasi bareng itu juga akan diselingi tukar parcel antara Palestina dengan Israel. “Pada hari berikutnya (Kamis), akan diterima parcel dari ibu Shalit untuk disampaikan ke faksi-faksi (Palestina) yang menahan dia di Gaza. Sebaliknya, 100 kerabat tahanan Palestina akan menyerahkan 100 parcel kepada anak-anak mereka yang menjadi tahanan karena bertepatan dengan tibanya Ied Fitri yang berbahagia,” papar Obaid.

Harian Israel Maarev menyebutkan, direncanakan parcel Shalit akan diberikan dari rumah salah satu kerabatnya di Mustabeeh Heela di Galeel Ala, utara Palestina 1948, pada Senin (14/9) hari ini, dengan harapan akan tiba di perbatasan Gaza pada Kamis malam.

Ditambahkan Maarev, pihak penyelenggara gerakan untuk pembebasan Shalit akan menerima parcel dari kerabat Shalit untuk kemudian akan disimpan di sebuah mobil tua produksi tahun 1974 yang akan berkeliling di jalan-jalan Israel selama 4 hari sampai akhirnya menuju Gaza.

Menurut sumber di gerakan itu, parcel Shalit itu terdiri dari permen-permen, pakaiaan dan jeruk di samping juga secarik tulisan tangan dari keluarga besar Shalit. “Para aktifis itu di lembaga itu akan menyimpan parcel selama 4 hari di perjalanan di perlintasan perbatasan Beit Hanun dengan tujuan akan disampaikan lewat seorang jurnalis Palestina, Samee Obaid, untuk diserahkan ke Hamas yang akhirnya ke tangan Shalit.

Sejumlah media massa akhir-akhir ini melansir berita ihwal adanya kemajuan pertukaran tahanan antara Hamas-Israel setelah Jerman ikut terlibat di dalamnya selain Mesir. Namun baik Hamas maupun penjajah Israel menampik rumor itu.

“Berinteraksi dengan masalah serdadu Gilad SHalit sekarang ini akan berlangsung sangat rahasia, dengan ketarampilan luar biasa dibanding pada saat pemerintahan sebelumnya di bawah pimpinan Ehud Olmert,” kata Deputi Perdana Menteri Israel Danny Ayalon.(milyas/iol)

 

 

 

0 Komentar

Arsip