Kamis, 26/01/2012 10:41 WIB
Ketua Dewan Rakyat Mesir yang juga pemimpin Partai Kebebasan dan Keadilan di Mesir Dr. Mohammad Al-Kittani menolak undangan Israel untuk memberikan pidato di depan parlemen Israel, Knesset.
Penolakan itu disinggung Al-Kittani dalam akun twitter-nya. Israel melayangkan undangan itu di tengah spekulasi tentang masa depan hubungan Israel-Mesir setelah partai-partai Islam di Negeri Piramida itu muncul sebagai kekuatan penguasa baru pasca revolusi yang menumbangkan rezim Mubarak.
Undangan untul Al-Kittani disampaikan oleh ketua Knesset Reuven Rivlin, yang mengatakan bahwa ia berharap ketua baru Dewan Rakyat Mesir bersedia berkunjung ke Tel Aviv. Sebaliknya, Rivlin juga berharap bisa berkunjung ke Kairo dalam waktu dekat.
"Perdamaian antara Israel dan Mesir berdasarkan pada kepentingan rakyat kedua belah pihak," kata Rivlin seperti dikutip Radio Israel.
Ia juga mengatakan, Israel sangat khawatir kebangkitan partai-partai Islam yang kini memegang kekuasaan di Mesir, akan memicu apa yang disebutnya sebagai "Musim dingin Islam".
Kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir sudah medeklarasikan bahwa mereka tidak akan melakukan dialog apapun dengan Israel. Mereka menegaskan hal tersebut sebagai respon atas pernyataan menteri luar negeri Israel yang mengatakan bahwa Israel siap membantu dan bekerjasama dengan pemerintahan terpilih Mesir yang baru.
Selain Ketua Dewan Rakyat Mesir, Ketua Parlemen Turki Jamil Chichek juga menerima undangan yang sama dari Rivlin sekira satu bulan yang lalu. Namun Chichek menolak undangan itu dan membalasnya dengan sepucuk surat untuk Rivlin berisi pernyataan bahwa Chichek tidak bisa berkunjung ke Israel karena ketegangan hubungan antara Turki-Israel. (aisyah/im)