Kamis, 29/07/2010 12:30 WIB
KNRP - Menteri Dalam Negeri Pemerintah di Jalur Gaza, Fathi Hamad, mengumumkan bahwa kementeriannya akan segera menjalankan program perekrutan sukarela dalam persiapan untuk penerapan wajib militer di Jalur Gaza.
Hammad dalam pidatonya pada saat pembukaan kantor pusat pelatihan polisi di Jalur Gaza utara mengatakan, "Ini adalah kewajiban Islam dan mereka itu berada di tenda Salahudin Al-Ayyubi."
Sementara itu, juru bicara Kemendagri di Gaza, Ihab Al-Ghashin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk baru-baru ini sebuah komisi yang saat ini bekerja untuk mempelajari tentang ini, dan setelah selesai dari studi itu maka akan diserahkan ke menteri untuk dikoreksi, sebelum disampaikan kepada pemerintah Gaza, untuk persetujuannya atau untuk mengambil tindakan yang tepat terkait itu.
Ghoussein dalam pernyataan persnya menunjukkan bahwa penelitian dan studi ini hanya ingin mempelajari terkait perekrutan opsional, tanpa mengacu ke rincian mengenai mekanisme pelaksanaan orientasi dan rekonstruksi yang akan direkrut.
Dia mengatakan bahwa target utama dari masalah rekrutmen ini adalah untuk memperkuat kepercayaan warga negara pada orang-orang Palestina dan tanah mereka untuk menjadi bagian dari tanah airnya, dimana melalui rekrutmen itu diharapkan ditemukan sejumlah besar orang-orang yang sangat berkualitas dan pengujian kelompok lainnya untuk ditampung dalam dinas keamanan Palestina untuk membantu Pemerintah dan memberikan semua orang kesempatan untuk melayani Negara Palestina. Demikian seperti dikutip situs alzaytouna, Rabu (28/7).(milyas/alzytn)