Selamatkan Al Aqsha
Sabtu, 22/08/2009 13:14 WIB
KNRP - Jum’at (21/8) kemarin merupakan peringatan ke-40 pembakaran Masjid Al-Aqsha. Adalah Michael Danis Rohen, ekstrimis Yahudi asal Australia, pelaku pembakaran keji itu dan tentu saja mendapat sokongan tanpa batas dari kelompok-kelompok garis keras Yahudi.
Akibat ulah Rohen pada 21 Agustus 1969 itulah, perkakas, tembok dan mimbar Shalahuddin Al-Ayyubi yang bersejarah itu terkena kobaran api. Selain itu, kobaran api juga melalap ke Masjid Umar bin Khatab, Mihrab Zakariya, Maqam Arbain dan tiga serambi muka yang terbentang dari selatan sampai utara Masjid Al-Aqsha.
Tercatat, total bangunan yang terbakar lebih dari sepertiga bangunan masjid atau 1.500 meter persegi dari 4.400 meter persegi. Pembakaran anarki itu juga menimbulkan kerusakan pada bangunan, tiang-tiang, kayu-kayu kusen dan hiasan kuno masjid. Atap masjid roboh ke tanah, demikian pula dua tiang penyangga utama dan dua kayu kusen penyangga kubah. Kerusakan juga terlihat pada kubah bagian dalam dengan ukirannya, mihrab dan tembok selatan. Sementara 48 jendela masjid yang terbuat dari kaca yang berwarna, permadani, perhiasan dan mushaf Al-Qur’an, semuanya ikut rusak.
Lalu bagaimanakah sikap yang diambil penjajah Israel atas ulah Rohen tersebut? Ekstrimis itu malah dibebaskan tanpa tersentuh hukum. Zionis Israel beralasan bahwa Rohen sebagai orang gila sehingga tidak bisa dijerat hukum.
Untuk diketahui, sejak Kota Al-Quds sepenuhnya berada di bawah caplokan Israel pada tahun 1967, penjajah terus melakukan proyek yahudisasi Al-Quds melalui penghapusan jejak-jejak sejarah dan bangunan-banguna sucinya termasuk Masjid Al-Aqsha. Mereka terus merobohkan bangunan-bangunan kuno bercirikan Islam yang berada di sekitar Masjid Al-Aqsha.
Selain itu, Israel juga melakukan penggalian untuk jalan tepat di dalam komplek pemakaman muslim yang terletak di Al-Aqsha. Bahkan beberapa komplek kuburan ummat Islam telah diratakan seperti pemakaman Rahmah dan Yusufiyyah. Tak ketinggalan pula sejumlah rumah warga Palestina di sekitar Masjid Al-Aqsha ikut digusur. Itu semua dilakukan secara sistemik.
Upaya merobohkan Masjid Al-Aqsha yang paling berbahaya akhir-akhir ini adalah penggalian terowongan tepat di bawah fondasi masjid. Tentu saja galian illegal itu sewaktu-waktu dapat menyebabkan robohnya bangunan masjid. Anehnya, dunia Arab dan Islam adem ayem saja tanpa ada tindakan nyata. Walhasil, siapakah yang bisa membebaskan Al-Aqsha?(milyas/paltimes)