Selasa, 29/09/2009 12:15 WIB
KNRP – Penanggung jawab agenda Al-Quds di Faksi Fatah, Hatem Abdel Qadir, mengungkapkan ihwal keadaan Masjid Al-Aqsa yang terancam roboh secara perlahan setelah pepohonan di sekitarnya diketahui banyak yang runtuh akibat penggalian yang dilakukan Israel pada bagian bawah tanah. Ia juga mengutip keterangan badan geofisika setempat, yang menyebutkan jika saja terjadi gempa bumi berkekuatan 5-5,5 skala richter, maka sangat berpotensi meruntuhkan Al-Aqsa.
Dalam jumpa persnya di Ramallah seperti dikutip maannews, Senin (28/9), Abdel Qadir menegaskan, Al-Aqsa adalah harga mati yang siapapun tidak boleh menggangunya apapun itu alasannya. Ia juga menegaskan, warga Al-Quds akan mampu mengatasi serangan penjajah Israel atas Al-Aqsa, dengan dimulai bagaimana sedikit demi sedikit rancangan Israel untuk meruntuh Al-Aqsa berhasil diungkap oleh warga Palestina.
Pada sisi lain, pejabat senior Fatah juga melihat adanya hubungan sangat erat antara diizinkannya ekstrimis Yahudi untuk merangsek masuk ke Al-Aqsa oleh pemerintah Netanyahu dengan apa yang telah terjadi pada tahun 2000, dimana ketika itu pemerintah Ehud Barak (saat ini Menhan) mengizinkan Ariel Sharon untuk mengotori Al-Aqsa yang memicu meletusnya Intifadah Al-Aqsa, yang menyebabkan gugurnya ribuan warga Palestina dan puluhan ribu lainnya terluka.
Lebih lanjut Abdel Qadir menegaskan, “Pesan kami kepada orang-orang Israel itu sudah jelas, bahwa kami tak akan menerima gangguan apapun terhadap Masjid Al-Aqsa sementara kami masih mampu menghadapi upaya-upaya (gangguan) apapun itu.”
Sementara Syeikh Taisir Tamimi, Hakim Agung Pengadilan Syariah di Tepi Barat yang juga hadir dalam jumpa per s itu mengkritik keras sikap diam dunia Arab dan internasional atas apa yang menimpa Al-Quds. Kendati demikian, Tamimi menegaskan bahwa bangsa Palestina akan tetap berada di garda terdepan dalam mempertahankan Al-Quds dan Al-Aqsa.
Tamimi juga menepis anggapan banyak pihak ihwal konflik internasl Palestina yang akan menjadi penghambat tidak dipertahankannya Al-Aqsa. “Keyakinan Israel bahwa perpecahan internal akan membuat kami gagal, hal itu tidak benar,” tukas dia.(milyas/maannews)