Jumat, 20/11/2009 16:29 WIB
KNRP - Rekonsiliasi Palestina masih jalan di tempat lantaran kedua belah pihak kekeh dengan sikapnya. Sementara Mesir sendiri menolak untuk mengubah atau menambahkan pasal apapun dalam kertas agenda kesepamahan itu. Di lain pihak, pelbagai media memberitakan kontak-kontak Mesir teranyar usai Idul Adha nanti.
Mesir mengatakan, rancangannya itu berisi apa yang telah disepakati dalam dialog enam sesi sebelumnya, dan Fatah mengancam untuk menarik tanda tangan atas rancangan itu jika ada perubahannya, sementara Hamas bersikeras untuk memasukkan beberapa poin.
Ziad Abu Ein, seorang pemimpin Fatah, menilai dimasukkannya rincian baru apapun atas rancangan itu atau dibuka untuk didiskusikan, maka itu akan membuka pintu lebar-lebar untuk dialog putaran baru, dan itu tidak yang tidak dimaui Fatah dan juga Mesir sebagai pihak sponsor.
Abu Ein dalam sebuah wawancaranya dengan Aljazeera, Kamis (19/11), menjelaskan, Kairo dan Fatah tengah menunggu tanda tangan dari Hamas atas rancangan itu, dan tidak akan dibuka lagi pintu negosiasi dan dialog baru terkait itu. Ia juga menekankan bahwa Fatah akan menarik tanda tangannya jika rancangan itu diubah atau ditambah dengan poin lain.
Lebih jauh Abu Ein menuduh Hamas tidak tertarik pada rekonsiliasi dan penandatanganan rancangan Mesir. Ia menekankan bahwa hal ini hanya akan membantu pendudukan Israel dan penyelesaian proyek pemukiman mereka.
Sementara Ahmed Yusef, deputi Menlu di Gaza menampik tudingan Abu Ein. Pemimpin senior Hamas itu mengatakan bahwa Hamas sangat tertarik pada rekonsiliasi dan siap sepanjang waktu untuk itu. Bahkan dirinya menekankan bahwa tidak punya pilihan selain rekonsiliasi.
Yusuf mengatakan, "Kondisi sudah kondusif bagi rekonsiliasi, dan kami siap untuk itu karena itu tali penyelamat dan pilihan strategis kami." Ia juga mencatat bahwa mereka sangat bergantung pada apa yang telah berhasil dilakukan Mesir selama setahun ke belakang untuk mencapai rekonsiliasi Palestina.
Youssef menambahkan, "Ada beberapa catatan atas rancangan Mesir itu. Kami ingin meneguhkan (Rancangan) itu untuk memastikan keberhasilan rekonsiliasi, dan bukan untuk tujuan lain." Ditekankannya bahwa poin-poin itu telah disepakati dalam sesi-sesi dialog, dan poin-poin itu bukan pertentangan.
Diyakini pemimpin Hamas itu bahwa Mesir akan kembali melakukan kontak-kontak dengan Palestina setelah Idul Adha karena kehadiran sejumlah pemimpin Palestina dalam Haji, dan karena mereka sibuk dengan urusan dalam negeri.
Di lain pihak, Kepala Delegasi Tokoh Independen dalam dialog Kairo, Yasser Aloadeh, menegaskan bahwa Mesir sebagai pihak pengagas dialog menyatakan sikapnya yang fleksibel dan responsif terhadap hal yang disepakati.
Aloadeheh mengatakan, “Memberikan catatan pada tahap pelaksanaan dan penerapan (rancangan) itu adalah untuk memastikan keberhasilan rekonsiliasi Palestina.," Ia juga menambahkan bahwa saat ini adalah kesempatan yang terbaik untuk menyelesaikan rekonsiliasi dan mengakhiri perpecahan internal.
Pamungkas, Aloadeh memberikan pesan kepada Hamas dan Jihad Islam agar mereka menandatangani rancangan Mesir itu, karena itu satu-satunya cara untuk mengakhiri perpecahan Palestina, dan untuk mengatasi rencana penajajah Israel terkait perluasan permukiman di wilayah Palestina.(milyas/aljzr)