Kamis, 09 Pebruari 2012

Ribut-ribut Jatah Menteri di Pemerintahan Abbas

Senin, 06/09/2010 15:27 WIB

KNRP - Al Jazeera berhasil menggali informasi dari sumber-sumber Palestina yang menyebutkan bahwa berbagai kontak telah dimulai selama beberapa hari terakhir dalam persiapan untuk sebuah pemerintahan baru di Tepi Barat yang dipimpin oleh Salam Fayyad, dimana pemerintahan itu ditunda pembentukannya karena perbedaan pendapat dengan Fatah.

Sumber-sumber yang meminta untuk tidak diidentifikasi identitasnya itu mengatakan bahwa para pemimpin Fatah dan para pejabat di pemerintah di Ramallah telah melakukan kontak dengan beberapa pemimpin dan tokoh yang dekat dengan Fatah di Gaza, yaitu agar mereka dimasukkan ke dalam pemerintahan dimana Fayyad juga tengah melakukan berbagai kontak untuk membentuk pemerintahan tersebut.

Sumber-sumber menunjukkan bahwa anggota Komite Sentral Gerakan Fatah, Mohammed Dahlan dan yang lainnya telah mengontak beberapa tokoh di Gaza untuk mengetahui pandangan mereka tentang partisipasi dalam pemerintahan berikutnya sebagai wakil dari tokoh independen dan sebgainnya lagi sebagai wakil Fatah.

Sumber-sumber itu menjelaskan, beberapa orang secara prinsip telah menyatakan persetujuannya untuk ide partisipasi dalam pemerintahan itu, sementara yang lain telah meminta waktu untuk berpikir, tanpa adanya pembicaraan tentang potensi jumlah menteri dari Gaza.

Seblumnya sumber-sumber Palestina mengatakan bahwa perombakan kabinet besar-besaran akan segera dilakukan atas pemerintah sementara Palestina yang dipimpin oleh Fayyad.

Menurut sumber-sumber itu, perubahan itu mencuat setelah kesepakatan untuk menjadikan jatah menteri keuangan tetap berada di tangan Fayyad, dan itu setelah terjadi perselisihan dalam hal ini dengan gerakan Fatah, yang menuntut jabatan keuangan itu diberikan kepada salah seorang pejabat Fatah.

Menurut informasi yang beredar, perubahan pos kementerian itu akan mencakup lebih dari sepuluh menteri termasuk Departemen Luar Negeri.

Direktur biro Al Jazeera di Yerusalem, Walid Omari, menyebutkan bahwa Fatah akan memiliki representasi yang signifikan dalam bentuk pemerintahan yang dinanti-nantika itu..

Pemerintah yang akan dibentuk itu nantinya diharapkan merupakan kompromi antara Fatah, yang mengatakan ia telah membayar harga untuk kebijakan pemerintah itu tanpa representasi signifikan dari Fatah, dengan Fayyad yang bersikukuh dalam mempertahankan kantong-kantong yang paling penting (kementerian Keuangan), dan bahkan Fayyad mengancam akan mengundurkan diri jika dia tidak bisa tetap di posisi itu.(milyas/aljzr)
 

0 Komentar

Arsip