Jumat, 12 Maret 2010

Saudi Ajak Dunia Lawan Gertakan Israel

Selasa, 09/02/2010 13:11 WIB

KNRP - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada Senin (8/2) mengajak masyarakat internasional untuk mengambil sikap yang tegas terhadap ancaman Israel ke Libanon dan Suriah serta Palestina. Demikian seperti dikutip Aljazeera.

Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Dewan Kementerian Saudi setelah rapat mingguan yang dipimpin oleh Raja Abdullah bin Abdul Aziz mengatakan, Arab Saudi menghimbau masyarakat internasional untuk lekas mengambil sikap keras untuk melawan ancaman Israel ini.

Pemerintah Saudi juga menyerukan upaya intensif untuk menghentikan kelanjutan dari praktek-praktek tidak manusiawi Israel terhadap rakyat Palestina, dan untuk menghentikan penangkapan dan serangan udara atas Jalur Gaza, serta menghentikan hinaan atas tempat-tempat suci ummat Islam, menghentikan pelaksanaan kebijakan dan rancangan yang bertujuan untuk yahudisasi Al-Quds (Yerusalem).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, telah memberikan tanggapan awal bulan Februari sekarang ihwal tudingan Suriah yang menyebutkan bahwa Israel mendorong kawasan Timteng menuju kobaran perang. Menlu negeri penjajah itu mengatakan bahwa Damaskus akan dikalahkan dan Presiden Bashar al-Assad akan kehilangan kekuasaannya dalam konflik apapun di masa depan.

Sementara Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak sebelumnya mengatakan, tidak adanya kesepakatan dengan Suriah itu bisa menyebabkan mencuatnya konflik bersenjata, dan itu dapat berkembang menjadi perang menyeluruh. Lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, usai pernyataan Lieberman itu, mencoba meyakinkan Suriah bahwa Israel tengah mencari jalan perdamaian.

Untuk diketahui, pernyataan oleh pemerintah Saudi itu mencuat setelah komentar dari mantan kepala intelijen Saudi, Pangeran Turki al-Faisal yang berusaha untuk mengecilkan arti berjabat tangan dengan Danny Ayalon, Deputi Menteri Luar Negeri Israel pada Konferensi di Munich pada hari Sabtu lalu.

Menurut koran-koran Saudi yang terbit pada hari Senin kemarin, Pangeran al-Faisal, yang oleh para diplomat Barat diprediksi akan menjadi menteri luar negeri Saudi berikutnya, mengatakan bahwa jabat tangan tidak berarti bahwa Arab Saudi mengakui Israel.(milyas/aljzr)

0 Komentar

Arsip