Jumat, 10 Pebruari 2012

Seruan Persatuan Palestina dari Acara Buka Bersama

Selasa, 07/09/2010 15:49 WIB

KNRP - Para politisi dan pemimpin partai mendesak pentingnya kembali ke meja perundingan dan bekerja untuk mengakhiri keadaan perpecahan dan mengembalikan persatuan nasional sebagai katup pengaman untuk mempertahankan capaian-capaian nasional Palestina.

Mereka ikut dalam acara buka bersama yang diselenggarakan oleh Koalisi Perdamaian Palestina di Kota Gaza Senin (6/9) malam menyerukan untuk mencapai sebuah konsensus untuk mengakhiri perpecahan internal dan memulihkan persatuan nasional dan pelestarian proyek nasional.

Mereka menekankan perlunya untuk mengakhiri perpecahan dan untuk mencapai rekonsiliasi Palestina serta berusaha untuk berkumpul bersama guna keberhasilan dialog dan keluar dari hambatan perpecahan dan konflik dan menyatu kembali dengan berbagai cara.

Mereka juga menekankan bahwa keberhasilan dialog itu membutuhkan semua orang, tanpa kecuali, agar bekerja untuk memperkuat fondasi dan menciptakan iklim bagi keberhasilan itu dan mengatasi semua hambatan untuk mencapainya.

Acara buka bersama yang diselenggarakan berkat bekerja sama dengan Yayasan Palma Swedia itu dihadiri para pemimpin faksi dan politisi, penulis, dan analis Palestina. Demikian seperti diberitakan situs maannews, Selasa (7/9).

Sementara itu, pejabat Fatah, Salah Abu Khatla mengatakan, "Sampai sekarang, jalan itu buntu untuk mencapai rekonsiliasi Palestina dan tidak ada cakrawala untuk menjangkau (rekonsiliasi) itu, tetapi upaya terus berlanjut oleh mobilitas internal Palestina.”

Dia menekankan bahwa Fatah tidak bergantung pada posisi luar negeri, dan ia menjelaskan bahwa fatah telah menandatangani dokumen di Mesir. Menurutnya, hambatan utama untuk mencapai rekonsiliasi nasional adalah Hamas yang tidak menandatangani dokumen Mesir.

Sementara Dr Ahmed Youssef, Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Gaza tidak melihat dalam peluncuran negosiasi itu ada alasan apapun untuk mencari upaya rekonsiliasi, tetapi situasi mobilitas itu diharapkan terus meningkat untuk upaya rekonsiliasi.

Yousef menekankan bahwa sekarang kuncinya di tangan Mesir dan mereka harus melanjutkan usaha mereka setelah lebaran dengan mengundang faksi-faksi Palestina dan semua kekuatan lainnya untuk membahas agenda penting ini, terutama karena semua frksi dan pihak-pihak terkait memiliki penerimaan yang tinggi untuk pergi ke Kairo dan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri keadaan perpecahan.

Yusuf menekankan bahwa kondisi saat ini jauh lebih baik untuk memulai dan menyelesaikan rekonsiliasi meskipun semua apapun yang terjadi.


Dalam konteks yang sama, Khader Habib, seorang pemimpin Gerakan Jihad Islam menegaskan pada kebutuhan dan pentingnya mencapai rekonsiliasi nasional dan mengakhiri perpecahan yang berdampak buruk pada masyarakat Palestina.

Abou Mariam, anggota Biro Politik Front Kebangsaan juga menegaskan pada kebutuhan untuk mengakhiri perpecahan dan mengembalikan persatuan nasional, karena ada pihak-pihak yang memiliki pengaruh yang mengail di air keruh dari keadaan perpecahan ini dan intervensi asing merupakan penyebab utama dari rusaknya rekonsiliasi itu.(milyas/maanews)
 

0 Komentar

Arsip