Kamis, 17/09/2009 15:54 WIB
KNRP – Pengamat olahraga Qatar Yunus Ahmed mengkritik Canel Televisi Aljazeera yang menayangkan pertandingan klub Israel dalam Liga Champion Eropa. Ahmed melihat penayangan itu sebagai salah satu bentuk normalisasi olahraga yang tidak bisa ditolerir. Ia pun meminta agar Aljazeera tidak menyiarkan sisa pertandingan klub Israel itu seberapa pun rugi yang harus ditanggung.
Kritikan pedas itu mencuat hanya sehari setelah Aljazeera menyiarkan pertandingan Liga Champion antara Maccabi Haifa (klub Israel) kontra Bayern Munich pada Selasa (15/9) malam, dan sekaligus Aljazeera mencatatkan diri sebagai canel televisi Arab pertama yang menyiarkan secara langsung klub Israel.
Mantan pemain nasional kesebelasan Qatar itu mengatakan, seperti dikutip islamonline, Rabu (16/9), “Masalah ini tidak bisa ditoleransi. Jaringan Aljazeera, termasuk masalah olahraga, dinilai sebagai canel televisi terdepan yang mengemban masalah Arab dan Islam, khususnya (masalah) Palestina, dan landasan dasar itu adalah tidak ada normalisasi kecuali hak-hak Palestina dan Arab dikembalikan.”
Ahmed juga mengatakan, Aljazeera harus segera membatalkan seluruh rangkaian pertandingan kesebalasan Israel yang akan disiarkan secara langsung sebera pun kerugian yang harus ditanggung. Ia berpendapat, Aljazeera merupakan teladan bagi semua canel televise Arab dalam membela masalah Palestina, dan jika ia terjatuh dalam jeratan normalisasi olahraga, maka itu akan menjadi petaka berita olahraga.
Menanggapi kritikan itu, Direktur Olahraga Aljazeera Naseer Khalafi menegaskan, pihaknya akan menyiarkan semua pertandingan Liga champion Eropa sesuai kontrak yang sudah ditandatangani sebagai bentuk komitmen terhadap pemirsa Arab yang berhak melihat pertandingan-pertandingan itu. Demikian seperti disitat sebuah situs.
Disebutkan islamonline. penegasan Naseer itu dilontarkan sebelum duel Haifa kontra Munich disiarkan secara langsung. Namun Naseer menolak pencekalan itu lantaran cemas adanya serangan balik dari Uni Eropa yang menolak keras urusan olahraga dibawa-bawa ke ranah politik. Selain itu, ungkap Naseer, akibat pencekalan itu bisa saja Aljazeera ke depan tidak akan diberi lagi hak siar.
Sementara pihak penjajah Israel memberikan dukungan terhadap Aljazeera untuk menyiarkan pertandingan klub Israel itu. Israel menilai hal itu sebagai langkah baru yang dilakukan Aljazeera untuk membuka pintu-pintu normalisasi dengan Negara-negara Arab. Terkait itu, harian Israel Yediot Aharonot menyebut kebijakan Aljazeera itu menunjukkan mulai munculnya ‘Timur Tengah Baru’.
Untuk diketahui, Aljazeera berhasil mendapatkan hak siar atas seluruh pertandingan Liga Champion Eropa setelah beberapa tahun sebelumnya dimonopoli oleh Canel Televisi ART.(milyas/iol)