Jumat, 12 Maret 2010

Uni Eropa Kecewa dengan Keputusan Israel untuk Bangun Pemukiman Baru di Gilo

Sabtu, 21/11/2009 00:20 WIB

KNRP - Dari Brussel, Swedia, dilaporkan bahwa presiden Uni Eropa menyatakan kecewa setelah Israel memutuskan untuk menambah pembangunan pemukiman baru di Gilo, Yerusalem Timur.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu (18/11), Uni Eropa mengingatkan bahwa kegiatan permukiman, penghancuran dan penggusuran rumah di Yerusalem Timur adalah ilegal di bawah hukum internasional. Kegiatan-kegiatan semacam ini juga mengancam hasil perundingan status akhir serta kelangsungan hidup sebuah solusi dua negara.

Presiden juga menekankan bahwa Uni Eropa tidak pernah mengakui pencaplokan Yerusalem Timur pada tahun 1967 maupun 1980 dalam perundangan. Menurut pernyataan Uni Eropa, tindakan yang diambil oleh pemerintah Israel bertentangan dengan panggilan ulang oleh masyarakat internasional, termasuk negara Kuartet, dan berlawanan dengan penciptaan suasana kondusif untuk mencapai penyelesaian konflik yang layak dan kredibel antara Israel dan Palestina .

"Jika ada keinginan tulus untuk benar-benar berdamai, suatu cara harus ditemukan untuk menyelesaikan status masa depan Yerusalem sebagai ibukota dua negara," tegasnya.

Pernyataan tersebut keluar tidak lama setelah Presiden AS, Barack Obama, pada hari Rabu mengatakan langkah upaya rumit yang dihadapi pemerintahannya dalam peluncuran kembali pembicaraan damai masalah Palestina.

Obama mengatakan kepada Fox News bahwa penyelesaian tambahan pemukiman tidak membuat Israel lebih aman. Langkah seperti itu malah akan membuat upaya mencapai perdamaian di kawasan tersebut menjadi semakin sulit.

"Situasi di Timur Tengah sangat sulit, dan aku telah berkata berulang-ulang dan aku akan berkata lagi, keamanan Israel adalah kepentingan nasional yang vital bagi Amerika Serikat, dan kami akan memastikan mereka merasa aman," kata Obama dalam wawancara tersebut.(mirzah/pnn)

0 Komentar

Arsip