Sabtu, 26/09/2009 00:16 WIB
KNRP – Lebih dari 130 orang dari kelompok Yahudi ekstrim merangsek masuk ke pelataran Masjid Al-Aqsa pada Kamis (24/9) kemarin. Mereka langsung menggelar ritual keagamaan di sejumlah titik di Al-Aqsa dengan mendapatkan pengawalan ekstra ketat dari kepolisian Israel.
Sejumlah saksi mata memberikan keterangan kepada koresponden situs paltimes, Jum’at (25/9), elemen Yahudi ekstrim dari kelompok Pakar Bom Peledak di Kepolisian Israel itu merangsek masuk ke Al-Aqsa, lalu mereka berkeliling di kiblat pertama ummat Islam itu.
Keterangan yang berhasil dihimpun Yayasan Aqsa untuk Waqaf dan Pewarisan menunjukkan, mayoritas Yahudi yang merangsek masuk itu berasal dari Pemukiman Maaleh Adumeen. Yayasan juga menyebutkan bahwa tindakan masuk secara paksa ke Al-Aqsa itu merupakan bagian dari program kelompok-kelompok Yahudi untuk semakin meningkatkan lawatan secara paksa ke Al-Aqsa usai Ramadhan dan Idul Fitri.
Sementara berbagai sumber menyebutkan, dalam beberapa hari ke belakang berbagai kelompok Yahudi diketahui telah menyebarkan berbagai striker dan poster melalui situs-situs mereka, khususnya di lokasi-lokasi publik yang dikhususkan untuk mereka, yang inti dari poster itu adalah seruan kepada orang-orang Yahudi untuk memaksa masuk ke Al-Aqsa secara besar-besaran pada Ahad (27/9) mendatang bertepatan dengan Malam Hari Raya Pengampunan Yahudi.
Untuk menguatkan ajakan itu, fatwa rabbi pun disebar ihwal pentingnya ikut terlibat dalam aksi penyerangan Al-Aqsa tersebut, baik laki-laki atau wanita. Pasalnya, lanjut fatwa itu, aksi itu sebagai upaya menegakkan ritual-ritual khusus guna pembangunan Haekal ke-3 seperti yang mereka klaim.
Untuk mengantisipasi aksi kelompok ekstrimis Yahudi itu sendiri, Yayasan Al-Aqsa telah jauh hari mengingatkannya dimana salah satu rangkaian aksi itu telah dimulai sejak Kamis (17/9) pekan lalu dengan digelarnya sebuah perayaan di salah satu pusat mereka di Baldah Qadimah, sebelumnya juga ada perayaan di Pemukiman Matsabi Yeriho dengan persembahan kurban Haekal dan rencananya akan digelar pada Sabtu (26/9) mendatang acara Hari Pelajaran di Pemukiman Qaedumim.
Lebih jauh Yayasan Al-Aqsa mengingatkan juga bagaimana kelompok radikal Yahudi itu tengah sibuk menggelar doa-doa khusus untuk kehancuran Masjid Al-Aqsa, dimana mereka melihat masjid tersuci ketiga ummat Islam sebagai kotoran yang harus segera dienyahkan.
Sementara Syaikh Mohammad Azzam Khateeb Tamimi, Direktur Dewan Waqaf di Al-Quds, menyerukan agar ummat Islam bergegas menuju Al-Aqsa. Tamimi juga memberikan penjelasan bahwa kunci pintu gerbang Magharibah Al-Aqsa berada di tangan Otoritas Israel sejak tahun 1967, dan dari pintu itulah para ekstrimis Yahudi itu mendapatkan akses masuk ke Masjid Al-Aqsa tanpa perlu izin Dewan Waqaf.(milyas/paltimes)