Selasa, 27/07/2010 15:45 WIB
KNRP - Pasukan pendudukan Zionis Israel pada Selasa, (27/7) dini hari diketahui menculik 11 warga Palestina di berbagai bagian di Tepi Barat. Demikian dilaporkan situs filistiin al-aan, Selasa hari ini.
Radio Israel mengatakan bahwa tentara Israel melanjutkan rangkaian penggerebekan dan pencarian serta penangkapan di berbagai daerah di sepanjang Tepi Barat, tercatat 11 warga Palestina dibekuk keamanan Israel lantaran kesebelas orang itu menurut Israel masuk dalam DPO, lalu mereka dibawa ke sebuah lokasi yang tidak diketahui.
Radio penjajah Israel itu mengklaim bahwa tentara Israel berhasil menemukan sejumlah pistol dan amunisi di sebuah rumah di Qalqilya.
Secara terpisah, sumber-sumber Palestina mengatakan kepada wartawan aljazeera bahwa pasukan pendudukan Israel telah menculik Fethiye Salomon Rezam (30 tahun) saat ia berada di dekat Masjid Ibrahimi di Hebron.
Seperti dilaporkan oleh sejumlah saksi mata, pasukan Israel sejak subuh telah memasang sebuah pos pemeriksaan militer jadi-jadian di persimpangan jalan menuju jalan bypass nomor 60 di selatan pintu masuk ke kota Khadr.
Sebuah sumber keamanan mengatakan, tentara Israel biasanya menggelar patroli disertai dengan unsur polisi, dimana mereka mendirikan penghalang di daerah Khadr untuk menghentikan kendaraan dan mencari serta memeriksa identitas para penumpangnya, yang menyebabkan macetnya lalu lintas.
Sebelumnya pendudukan Israel menculik seorang pemuda berusia 17 tahun dari daerah Tubas. Pemuda Palestina itu ditangkap lantaran memiliki pisau dan sebuah senapan plastic ketika melintas pos penghalang pendudukan Zionis di Tepi Barat bagian utara. Disebutkan bahwa pemuda itu telah dipindahkan ke suatu tujuan yang tidak diketahui.
Memang akhir-akhir ini penjajah Israel terus melancarkan gerakan penculikan dan serangan hampir setiap hari di Tepi Barat dalam rangka memburu aktivis perlawanan Palestina, yang disebutnya sebagai DPO.(milyas/paltimes)