Rabu, 01/09/2010 06:06 WIB
KNRP - Anggota Knesset Arab, Hanin Zoabi diharapkan untuk bersaksi pada hari Selasa (31/8) di Amman sebelum sebuah panel PBB menyelidiki serangan mematikan Israel pada konvoi armada Kebebasan yang terjadi 31 Mei lalu.
Zoabi pada hari Senin mengatakan bahwa dia akan mendesak panel ini untuk menyelidiki tanggung jawab langsung dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan menteri perang dan Kepala Staf Angkatan Darat ata keterlibatan mereka dalam serangan yang menewaskan sembilan aktivis Turki dan melukai puluhan lainnya.
Dia juga akan meminta anggota panel untuk membuat rekomendasi yang jelas untuk merujuk tiga pejabat Israel itu ke pengadilan pidana internasional serta memperluas ruang lingkup penyelidikan. Penyelidikan itu diharapkan dapat mencakup pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel dengan memblokade Gaza, termasuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi di Gaza selama empat tahun terakhir.
Anggota parlemen itu menyatakan harapannya, atas nama keluarga korban armada, bahwa panel akan melakukan penyelidikan yang jujur dan berani dalam insiden tersebut dan tidak terpengaruh oleh tekanan Israel. Ia juga meminta kepala Shabak untuk memungkinkan panel mendengarkan kesaksian dari Sheikh Ra'ed Salah yang menjalani hukuman penjara di penjara-penjara Israel.
Panel PBB itu akan memulai misi hari ini, tanggal 31 Agustus dan mendengarkan kesaksian akhir atas serangan armada pada empat September mendatang.
Dalam perkembangan terbaru, kelompok-kelompok pro-Palestina di Irlandia mengumumkan keinginan mereka memulai kampanye pada hari Senin untuk mengumpulkan sumbangan bagi pembelian kapal yang akan berpartisipasi dalam konvoi bantuan armada Kebebasan yang kedua.
Penyelenggara kampanye bermaksud untuk mengirim 30 sampai 50 relawan Irlandia yang turut dalam kapal ini sebagai upaya untuk memecahkan pengepungan Gaza. (mirzah/pic)