Demo Anak-anak Palestina
Rabu, 29/07/2009 15:16 WIB
KNRP - Selasa (28/7) langit Ramallah dihiasai oleh 500 balon berwarna bendera Palestina (merah, hijau, hitam dan putih). Uniknya, masing-masing balon itu tertulis nama-nama bocah Palestina yang tengah mendekam di sel-sel penjara Zionis Israel.
Demikianlah aksi unjuk rasa yang diikuti lebih dari 600 anak-anak dari kamp pengungsian Ramallah dan El-Birah. Atas inisiatif Paguyuban Tawanan Palestina, anak-anak itu memadati jalan-jalan di Kota Ramallah untuk bersolidaritas dengan rekan-rekan mereka.
Aksi unjuk rasa itu berpusat di Taman El-Manarah di jantung Kota Ramallah. Layaknya pendemo dewasa, anak-anak itu meneriakan yel-yel agar tahanan anak-anak di sel Israel segera dibebaskan serta meminta agar masalah mereka lebih diperhatikan. Pada aksi itu terdapat juga kaum ibu dan sanak keluarga tahanan yang berdemo sambil menenteng foto-foto keluarga mereka yang masih mendekam di penjara Israel.
Dalam keterangan kepada sejumlah media, kaum ibu itu meneriakkan penderiatan anak-anak mereka di sel Israel. Bahkan, Ummu Muhammad mengeluhkan bagaimaan dirinya tidak bisa menatap lagi anaknya sejak dua tahun karena alasan keamanan ia tidak bisa menjenguk buah hatinya itu.
Ummu Muhammad menuntut Mahmud Abbas agar menjadikan masalah tahanan anak sebagai prioritas, dan para pihak berwenang di palesyina bersatu padu, sehingga anak-anak malang itu segera keluar dari sel-sel Israel. Sementara kaum ibu lainnya mengeluhkan kesehatan anak-anak mereka yang dipenjara yang semakin memburuk. Kaum ibu juga mengungkapkan bagaimana mereka mendapatkan perlakuan tak senonoh ketika menmbesuk anak-anak mereka di sel. “Kami banyak menerima hinaan saat berkunjung. Umpatan-umpatan dari serdadu Israel dan pemeriksa. Bahkan seringkali kami dilarang membesuk secara berlebihan,” keluh Ummu Ibrahim seperti dilnasir situs maannews.
Sementara pihak Paguyuban Tahanan menjelaskan, aksi unjuk rasa ini rencananya akan dilakukans ecara berkala. “Unjuk rasa ini mencuat untuk menyerukan pembebasan tahanan anak. Aksi-aski lainnya akan menuntut pembebasan seluruh tahanan,” kata wakil Paguyuban itu sembari menegaskan agar semua pihak jangan melupakan tahanan-tahanan itu yang setiap harinya menderita.
Qadurah Faris, Direktur Paguyuban Tahanan Palestina, menyebutkan, di Maghdu, Damon, Uvar dan Talmund, Israel telah meringkus lebih dari 360 anak yang berusia antara 12-18 tahun. Anak-anak itu mayoritas menerima berbagai siksaan fisik dan psikis. Situasi ini secara nyata menunjukkan bahwa Israel telah melanggar semua hukum internasional terkait perlakuan terhadap tahanan.(milyas/maannews)