Akibat Blokade Israel
Minggu, 09/08/2009 13:22 WIB
KNRP - Di depan sebuah toko, Ummu Maged berusaha menenangkan anak perempuannya yang menangis karena ingin sekali membeli tas yang ada di dalam toko. Ummu Maged, berusaha agar puterinya tidak mengambil tas bergambar Tooty itu, dan menawarkan tas lain yang dipilihnya lantaran harganya lebih murah.
“Saya tidak tahu dengan kata-kata apa lagi bisa menenangkannya. Pikirannya masih kanak-kanak, ia tidak tahu tas yang dipilihnya itu mahal harganya. Bahkan bisa digunakan untuk membelikan tiga buah tas lain untuk saudara-saudaranya di rumah yang juga menunggu tas baru untuk mereka sekolah,” ujar Ummu Maged kepada Islamonline.
Ia kemudian menambahkan, saat ini ia sedang akan mulai memasukkan dua anaknya untuk sekolah. Tapi sayangnya, kondisi saat ini sangat sulit sekali untuk membelikan mereka peralatan sekolah. “Sekolah sekolah member beban uang sekolah yang mahal, dan bahkan di bulan Ramadhan ada pungutan biaya yang lebih besar lagi,” kata Ummu Maged. Menurutnya, kondisi ini pasti akibat blockade Israel yang berlangsung selama tiga tahun.
Hampir mirip dengan apa yang dialami Ummu Maged, ada pula Ummu Kareem yang pergi ke pasar untuk membelilkan lima orang anaknya keperluan sekolah mereka. Tapi ia nyaris sangat sulit melihat ternyata di pasar, hampir tidak terlihat orang menjual peralatan sekolah, seperti baju sekolah, tas ransel bergambar kartun. Semua peralatan sekolah hilang dari pasar Gaza, kecuali dengan harga yang sangat mahal, dan seolah Gaza tidak berada di musim tahun ajaran baru. “Di mana penjual pakaian, tas, buku bergambar kartun?” Tanya ummi Kareem. Ia berusaha menenangkan anak-anaknya yang juga bertanya tentang hal yang sama.
Secara umum, menurut pantauan Islamonline di berbagai pasar di Gaza, memang kebutuhan pendidikan sekolah jauh berkurang. Sejumlah toko tidak lagi menjual pakaian sekolah dan peralatan sekolah. Abu Muhammad, seorang penjual mengatakan, “Kebanyakan toko saat ini menjual pakaian sekolah tidak laku. Alasannya, karena para penjual harus menjualnya dengan harga sangat mahal dan warga Gaza tidak mampu membeli dengan harga itu.”
Blokade Israel adalah satu-satunya sebab, tambah Abu Muhammad. Ia menambahkan, “Di tahun lalu, kami masih menjual baju dan peralatan sekolah yang kami dapat dari lorong bawah tanah. Tapi tahun ini sangat berbeda karena penghancuran lorong bawah tanah luar biasa dilakukan tentara Israel dan keamanan Mesir. Ditambah lagi, banyak buruh penggali lorong yang meninggal.” (mln/iol)