Tentara Zionis dan Remaja Palestina
Senin, 27/07/2009 20:17 WIB
KNRP - Tentara-tentara Israel tak pandang bulu dalam melakukan serangan terhadap warga Palestina, baik secara fisik atau berupa pelecehan dengan tujuan menghina warga Palestina bersangkutan. Kali ini korbannya adalah seorang remaja Palestina berusia 16 tahun dari kota Hebron. Remaja itu dihina dan dilecehkan oleh dua tentara Israel di tempat yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumahny di Tel Rumeida, hanya karena remaja itu terlihat membawa gulungan kabel listrik.
Peristiwanya terjadi pada Senin (13/7) sekitar pukul 04.30 sore. Remaja Palestina, namanya Hasan, sedang berjalan menuju rumahnya membawa kabel listrik yang akan digunakannya untuk memperbaiki listrik di rumahnya. Tiba-tiba dua tentara Israel memanggilnya.
Hasan mengenali salah seorang tentara Zionis yang memang sering menanyakan kartu identitasnya dan pernah memeriksanya selama satu jam. Sore itu, kedua tentara Zionis tadi kembali menanyakan kartu identitas Hasan. Sementara kedua prajurit Zionis memeriksa kartu tanda pengenal Hasan, remaja Palestina itu disuruh duduk di tanah. Tak lama kemudian, kedua tentara Zionis itu mengeluarkan komentar-komentar yang berbau seks yang tak layak didengar. Lalu keduanya mulai menentang kaki Hasan, menonjok bagian leher dan bahu Hasan dengan menggunakan popor senjata.
Hasan mencoba menghubungi ayahnya lewat handphone, tapi tentara-tentara Zionis merebut telepon dari tangan Hasan, membuang sim card dan batere teleponnya. Sampai akhirnya, ibu dan sepupu perempuan Hasan datang ke tempat itu. Hasan menceritakan apa yang dialaminya tapi tentara-tentara Zionis itu membentaknya dan menyuruhnya diam.
”Shut up or I wil f**** you!” kata salah seorang tentara Zionis itu sambil mengancam akan memperkosa ibu dan sepupu Hasan. Kedua prajurit Zionis itu lalu membawa Hasan ke belakang rumah keluarga Hasan, di sana sudah berkumpul sejumlah pemukim Yahudi. Tangan Hasan diborgol ke belakang, matanya ditutup dan Hasan disuruh duduk di tanah. Begitu duduk, ia merasakan tendangan beberapa kali, tapi karena matanya ditutup, Hasan tidak tahu apakah yang menendangnya prajurit Israel atau salah satu pemukim Yahudi itu.
Saat itulah, ayah Hasan dan beberapa temannya datang dengan membawa kamera video dan sempat merekam apa yang dilakukan oleh tentara dan pemukim Yahudi itu terhadap Hasan. Sejumlah warga Palestina, belakangan ini memang dibekali kamera video oleh organisasi B’Tselem yang melakukan gerakan untuk merekam aksi-aksi kekerasan tentara-tentara Israel terhadap warga Palestina.
Pada saat yang sama, seorang tentara Israel lewat dan melihat keributan itu serta melihat ayah Hasan dan beberapa temannya merekamnya dengan kamera. Si tentara yang baru datang langsung membuka borgol Hasan dan tutup matanya. Tapi sebelum melepaskan Hasan, tentara itu mencengkeram rahang Hasan dan mengancam,”Kalau kamu mengadukan semua ini pada polisi atau aktivis internasional, saya akan bunuh kamu.”
Sore itu juga Hasan langsung dibawah ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan atas luka-luka yang dideritanya. Keesokan harinya, ayah Hasan melaporkan kasus yang menimpa anaknya ke pos polisi dengan bukti rekaman videonya.
Akibat insiden itu, Hasan masih merasakan sakitnya selama dua hari dan jalannya agak pincang. Tapi Hasan mengaku tidak takut menghadapi tentara-tentara Zionis. ”Mereka cuma ingin membuat saya marah dan memprovokasi saya agar melakukan kekerasan. Tapi saya tenang saja, saya harus kuat. Saya yakin, jika kita tetap pada jalan tenang dan sabar, kita akan segera mendapatkan kemerdekaan kita,” tandas Hasan. (aisyah/imemc)