Jumat, 04/09/2009 14:42 WIB
KNRP – Dengan sorot mata penuh bangga, Suhaib, anak Gaza Sembilan tahun, tampak menenteng mainan Detektif Corombo-nya. Lalu sang detektif itu didekatkannya tepat di dekat hidangan berbuka sembari menantikan azdan Maghrib tiba.
Memang, saat ini anak-anak di kawasan Timur Tengah termasuk di Jalur Gaza lagi deman Detektif Corombo, boneka mainan yang diadaptasi dari tokoh detektif kartun popular bernama Corombo yang disiarkan oleh satu televisi satelit Mesir. Corombo juga dikenal tokoh yang cerdik dan cerdas yang kerap dapat menuntaskan kasus-kasus yang pelik dan rumit.
Khusus untuk edisi Ramadhan, pihak pabrikan sendiri mengeluarkan Corombo sembari menenteng Lentera Ramadhan. Lalu mainan-mainana itu disebar ke pasar Timur Tengah. Sementara mainan Corombo yang beredar di Gaza merupakan mainan yang berhasil diselundupkan melalui terowongan bawah tanah yang membentang antara perbatasan Palestina-Mesir. Uniknya lagi, Corombo yang juga berfungsi sebagai lentera itu ternyata mampu menerangi gulitanya Gaza akibat krisis listrik yang tak kunjung usai. Jadilan Corombo-corombo itu penerang gulita saat berbuka.
Kepada islamonline Suhaib menceritakan bagaimana pada awalnya sang ayah menolak membelikannya mainan Corombo akibat harganya yang melonjak. Sang ayah malah menyarankan buah hatinya itu untuk membeli lentera biasa saja untuk penerangan. “Karena saya terus meminta, akhirnya ayahku setuju. Sekarang Corombo itu berada di tengah-tengah kami, dekat hidangan berbuka yang menerangi gelapnya malam. Ayah saya baru merasakan manfaatnya. Ia terlihat indah. Saya bahagia dengan mainan itu dengan lentera di tangannya,” kenang Suhaib.
Untuk diketahui, di tengah-tengah serbuan ratusan produk lentera Ramadhan di pasar Gaza, lentera Detektif Corombo hadir dan menjadi sangat popular. Tampak seorang anak menenteng Corombonya tepat di depan toko. “Saya bahagia karena saya membeli mainan yang kami sukai tingkahnya. Kami sangat menantikan kelanjutannya. Demikian juga lenteranya itu dapat membantu kami di malam hari ketika listrik padam,” ujar seorang anak kepada Islamonline.
Hal senada juga diungkapkan Lena Shawa, bocah berusia 14 tahun. Dirinya sangat senang ketika ayahnya menghadiahkan Corombo. Ia mengatakan, hal terindah dari Corombonya itu adalah ketika ia meneranginya saat hidangan sahur tiba.
Sementara Muayyad Salamah, seorang mahasiswa, berpendapat, “Tadinya kami dalam masalah sulit dan besar, sampai kemudian datanglah Corombo dan membawa kami sebuah lentera yang berada di tangannya dan menerangi malam panjang kami yang gelap gulita.”
Untuk diketahui, sudah lama Gaza diterpa krisis listrik. Rumah-rumah Gaza hanya bisa merasakan aliran listrik pada saat tertentu saja dan sangat terbatas. Situasi sulit itu akibat isolasi Israel yang enggan menyalurkan solar ke Gaza untuk menghidupkan pembangkit listrik.(milyas/iol)