Rabu, 16/09/2009 07:28 WIB
KNRP – Bocah Palestina yang tak bisa berobat ke luar Palestina itu akibat dicekal penjajah Israel akhirnya harus meregang nyawa. Pada Selasa (15/9), Huda Omar Qindil, bocah perempuan malang itu menghembuskan nafas terakkhirnya di Gaza yang sekaligus menambah daftar korban tewas isolasi Jalur Gaza menjadi 356 orang.
“Bocah perempuan Huda Omar Qindil yang berusia 3 tahun itu, warga Kota Gaza, yang menderita gagal ginjal, telah meninggal dunia akibat tidak tersedianya pengobatan di luar negeri meski ia memiliki semua dokumen-dokumen yang diperlukan,” ujar siaran pers yang dikeluarkan Departemen Dalam Negeri Palestina seperti dikutip qudspress, Selasa (15/9).
Lebih jauh ditambahkan, meninggalnya Huda semakin menambah daftar panjang korban tewas isolasi Gaza menjadi 356 jiwa. Oleh karena itu, Departemen Kesehatan di Gaza menyerukan dunia internasional untuk tidak diam seribu basa dan segera menekan penjajah Israel agar mengakhiri isolasi zalim atas Gaza itu.
Isolasi atas Jalur Gaza dilakukan penjajah Zionis Israel tak lama setelah Hamas menguasai wilayah itu pada musim panas 2007 lalu. Akibatnya, semua pintu perlintasan ke dan dari Gaza tertutup untuk warga Palestina.
Setelah diisolasi warga Gaza didera berbagai krisis, seperti kekurangan bahan makanan pokok, perlengkapan medis dan obata-obatan, listrik dan air. Untuk bisa bertahan, warga Gaza memanfaatkan terowongan-terowongan bawah tanah agar bisa menyelundupkan ban-bahan kebutuhan hidup mereka dari Mesir.
Untuk diketahui, tercatat ada 1.300 terowongan hasil kreasi warga Gaza. Namun sekitar 500 di antaranya dihancurkan kepolisian Mesir, dan 300 lainnya oleh militer Israel. Serangan terhadap selang-selang oksigen Gaza itu dilakukan sejak aneksasi penjajah Israel atas Gaza sampai 18 Januari 2009.(milyas/qudspress/kuna/iol)