Sabtu, 07/11/2009 07:29 WIB
KNRP - Pasukan IOF tak hanya menargetkan orang dewasa dalam penyerangan terhadap warga Palestina, kali ini korban jatuh di kalangan anak-anak. Sedikitnya dua anak Palestina menjadi korban dalam demonstrasi menentang dinding pembatas yang dibangun Israel. Demontrasi yang berlasung setiap pekan ini terjadi di sepanjang desa al-Masara hingga selatan Betlehem di Tepi Barat.
Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa Obada Breijeyyah, yang masih berusia 8 tahun, serta Zaid Zawahrah yang berusia 12 tahun, mengalami luka-luka serius akibat konfrontasi yang terjadi dengan pasukan IOF setelah salat Jumat (6/11). Demonstrasi menentang dinding pembatas ini memang selalu dilakukan setiap hari Jumat selepas warga melakukan ibadah shalat Jumat. Hal ini dilakukan untuk memprotes dinding apartheid dan perluasan permukiman Yahudi di atas tanah-tanah Palestina yang dirampas penjajah Israel.
Muhammad Breijeyyah, seorang anggota Komite Rakyat Melawan Tembok Pembatas, mengatakan bahwa tentara IOF menembakkan gas air mata ke arah para demonstran dan mencoba untuk menculik Zaid Zawahrah setelah melumpuhkannya. Untungnya ada seorang penduduk setempat yang berhasil mengambil Zawahrah dari truk tentara sehingga bocah tersebut tak jadi dibawa oleh pasukan Israel.
Para Demonstran yang berpartisipasi dalam menentang dinding pembatas di Tepi Barat ini juga sekaligus melakukan aksi untuk menandai Deklarasi Balfour yang dibuat pada 2 November 1917. Sebagaimana diketahui, deklarasi Balfour ini merupakan awal petaka bagi warga Palestina karena pemerintah Inggris saat itu mendukung rencana-rencana Zionis membentuk tanah air bagi bangsa Yahudi di atas tanah Palestina. (mirzah/vop)