Jumat, 10 Pebruari 2012

Israel Larang Ibu Hamil Mendapat Perawatan

Jabang Bayi Nyaris Meninggal, Karena Israel Tak Buka Perbatasan

Jumat, 23/10/2009 14:46 WIB

KNRP - Kekejaman tentara Israel terhadap perempuan-perempuan Palestina yang hamil terus terjadi. Beberapa hari lalu, seorang ibu hamil nyaris tak bisa melahirkan anaknya secara normal akibat tertahan oleh pos pos militer Israel yang tersebar di berbagai tempat di tepi Barat.

Seorang ibu asal Jenin, utara Tepi Barat selama berjam-jam dihalangi oleh tentara Israel di perbatasan dengan dalih pemeriksaan. Kisahnya dilansir juga oleh Aljazeera, dan dialami oleh ibu Ruwaida usia 24 tahun. Suatu malam ia dan keluarganya meminta diizinkan kepada tentara Israel yang berjaga di pos, agar bisa melewati pintu perbatasan dan mendapat perawatan di rumah sakit Al Amal Jenin untuk persalinan. Tapi pos-pos penjagaan tentara Israel yang tersebar di berbagai titik selalu menahan dirinya. Pasukan Israel menolak membukakan pintu perbatasan untuknya dan keluarga yang menyertainya. Mereka diminta menunggu sampai pagi hari keesokan harinya. ”Kondisi saya semakin tak menentu, saya merasakan sakit yang sangat dan benar-benar merasakan bayi saya sudah akan lahir,” ujar Ruwaida. Beruntung, menjelang detik-detik mencemaskan itu, patroli Israel menjelang pagi hari lewat, dan membuka perbatasan. Ruwaida segera di bawa ke rumah sakit.

Penderitaan tidak berarti selesai. Karena selanjutnya, keterlambatan penanganan medis menyebabkan Ruwaida mengalami pusing yang amat sangat dan akhirnya jabang bayi yang dilahirkan Ruwaida berhenti bernafas selama 15 detik. Karena kondisi yang sangat mengkhawatirkan itu akhirnya ia dipindah ke rumah sakit Rambam di Haifa.

Ruwaida tidak sendiri. Dan mungkin ia masih lebih baik ketimbang perempuan Palestina lain yang akhirnya harus melahirkan di pos-pos penjagaan Israel. Menurut laporan Organisasi Pembelaan Anak-anak Palestina, sekitar 4,8% kelahiran di Tepi Barat, mengalami kesulitan melahirkan karena pos pos penjagaan Israel yang mengelilingi mereka. Data yang tercatat ada sekitar 70 kasus kelahiran bayi yang tidak normal akibat penjagaan Israel itu. Belum dicatat ribuan kasus yang menjadikan bayi cacat seumur hidup akibat sulitnya mendapat izin perawatan bagi ibu hamil.

Israel tampaknya juga mengarahkan serangannya secara sengaja kepada anak-anak Palestina. Sejak intifadhah meletus, tercatat 1346 orang anak kecil yang meninggal akibat tembakan tentara Israel. (mln/qds)
 

0 Komentar

Arsip