Rabu, 14/04/2010 21:38 WIB
KNRP - Anak-anak dan remaja Jalur Gaza yang berbakat menggambar itu menuangkan harapan dan aspirasi mereka untuk menjalani kehidupan yang indah dan jauh dari pendudukan Israel. Dalam goresan mereka itu menyerukan untuk melenyapkan pengepungan yang dikenakan terhadap Gaza sejak tiga tahun yang lalu.
Di bawah slogan Klub Pelukis Cilik, anak-anak dan remaja yang berusia 15 tahunan itu tampak terinspirasi oleh imajinasi dalam melawan penjajahan dan perpecahan serta keinginan untuk hidup layak. Itulah sisi dari pameran yang diselenggarakan oleh Yayasan Qattan di Gaza.
Ahmad Abu Nada (15 tahun) mengatakan bahwa lukisan itu adalah refleksi dari realitas kehidupan di Gaza. "Saya dapat mengungkapkan kejadian-kejadian melalui warna dengan cara yang khusus. Saya terlibat dalam gambar saya ini harapan yang berbicara tentang kasus tahanan di penjara Israel dan penindasan atas mereka dalam kesehariannya," tandas Abu Nada seperti dikatakannya kepada aljazeera, Rabu (13/4).
Remaja Gaza itu lalu mengimbuhkan, lukisannya itu menggambarkan seorang tahanan Palestina yang merana di balik jeruji besi sembari menengadah ke langit yang merupakan sumber pengharapan dari Allah kepadanya, yang tidak mengharapkan rezim Arab maupun internasional bagi perjuangan mereka, dimana mereka itu tidak bereaksi sedikit pun tatkala ribuan orang Palestina terpenjara.
Remaja asal Gaza itu mengatakan, "Apa yang saya gambar itu adalah bagian dari kehidupan saya dan kehidupan orang Palestina, maka semua rumah dari rumah-rumah orang Palestina terdapat di sana ada yang ditahan di penjara-penjara Israel."
Sementara Mohammed Daus (14 tahun), dirinya tidak tahu mengingatkan kota Palestina manakah dinding yang digambarnya itu. Namun yang pasti ia tahu dinding itu mengingatkannya terhadap salah satu dinding dari kota yang berada di bawah caplokan Israel sejak tahun 1948.
”Saya belum pernah melihat dinding asli dalam lukisan ini yang mungkin menyerupai dinding Acre, Jaffa atau Yerusalem, tapi saya bisa membayangkan lewat cerita-cerita dari orang-orang yang tinggal pada periode itu, dan saya menggambarnya sehingga generasi mendatang bisa belajar sejarahnya,” kata Daus berfilosofi.
Seniman Palestina, Mohamad Said mengomentari bahwa apa yang berhasil dituangkan para pelukis belia itu melebihi dari apa yang diinginkan oleh seni karikatur. Ia juga berpendapat bahwa generasi baru pelukis anak remaja itu sama pentingnya dalam menguatkan perjuangan Palestina.(milyas/aljzr)