Jumat, 10 Pebruari 2012

PBB, UNICEF dan Vatikan Jangan Diam Saja atas Fatwa Amoral Rabi Yahudi!

Selasa, 10/11/2009 19:27 WIB

KNRP - Asosiasi Ulama Palestina mengutuk kebisuan internasional atas fatwa rabi-rabi Yahudi yang membolehkan untuk membunuh anak-anak dan bayi dari non-Yahudi. Asosiasi itu menyebutkan bahwa seandainya saja fatwa seperti yang dikeluarkan rabi itu keluar dari ulama Islam, tentu dunia akan gaduh dan berteriak lalu menuduh Islam sebagai biang terorisme dan penumpahan darah atau sebutan-sebutan sadis lainnya.

Seperti diketahui, sebuah buku agama Yahudi telah diterbitkan dengan nama Torat Malek yang ditulis Rabi Yitzhak Shapira dan Rabi Yossi Elitzur, menyebutkan hukum khusus yang menentukan bagaimana dan kapan dibolehkaan untuk membunuh non-Yahudi. Sadisnya lagi, dalam buku itu rabi mengizinkan untuk melakukan pembunuhan atas bayi non-Yahudi.

Atas fatwa tak bermoral itu, Asosiasi Ulama Palestina dalam pernyataan persnya seperti dikutip paltimes, Selasa (10/11), mengatakan, "Fatwa itu adalah ungkapan paling nyata dari hakikat kebencian orang-orang Yahudi terhadap umat manusia secara keseluruhan, itu merupakan ekspresi sangat jujur dari mentalitas Yahudi yang abnormal yang membolehkan pembunuhan atas bayi untuk keuntungan politik rasisme."

Asosiasi menunjukkan bahwa fatwa itu berpotensi diterjemahkan di lapangan dengan adanya pembunuhan atas anak-anak, mencabut pohon dan menghancurkan semua tanda-tanda kehidupan di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki, dan perang baru-baru ini di Gaza adalah bukti paling absah dan saksi atas tabiat kejahatan keturunan Zionis, dan itu juga mewakili bagian dari rangkaian panjang pembantaian dan terror yang dilakukan mereka seperti di Sabra dan Shatila dimana dalam pembantaian itu mereka merobek perut wanita hamil dan membantai orang tua serta muda dengan darah dingin, serta pembantaian Deir Yassin dan Kafr Kassem.

"Ini bukan keajaiban, ini adalah fakta orang-orang Yahudi selama berabad-abad, tetapi yang ajaib adalah kebisuan dari dunia yang beradab atas fatwa seperti itu," ujar siaran pers itu.

Asosiasi juga menilai bahwa sangat memalukan fatwa itu lolos tanpa adanya komentar apapun dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan UNICEF, Vatikan dan organisasi hak asasi manusia lainnya, seolah-olah kebolehan pembunuhan atas anak-anak itu hal yang tak perlu dikutuk, dihukum dan ditolak.

Oleh karena itu, Asosiasi meminta agar para rabbi Yahudi dicekal dalam dialog antaragama. “Seperti mereka itu harus diusir keluar dari semua organisasi kemanusiaan yang konsen dengan hak asasi manusia,” tegas Asosiasi.

Asosisi juga menuntut untuk menjatuhkan hukuman atas mereka yang ikut menerbitkan fatwa brutal itu di hadapan Pengadilan Pidana Internasional, serta melakukan pencekalan atas buku yang memuat fatwa itu yang dicemaskan bakal dipraktekkan oleh orang-orang Yahudi di lapangan.(milyas/plt)

 

0 Komentar

Arsip