Peringatan 40 Tahun Terbakarnya Al Aqsha
Sabtu, 22/08/2009 13:24 WIB
KNRP - Acara Komisi Nasional Tertinggi untuk Al-Quds sebagai ibukota kebudayaan Arab tahun 2009 di Jalur Ghaza baru saja ditutup pada Kamis (20/8). Acara itu merupakan festival seni menggambar pada dinding untuk anak-anak Al-Quds terkait peringatan pembakaran Masjid Al-Aqsha ke-40.
Ketua komisi tersebut, Dr Atallah Abu Sabh, menyindir keras sikap lengah dunia Arab apa yang tengah terjadi di Al-Quds sementara Israel semakin gencar menancapkan taring yahudisasi atas kota suci tersebut, yaitu melalui pengusiran warga Al-Quds, perombakan jejak peninggalan asli khas Al-Quds dan peningkatan mukiminasi penadatang Yahudi secara ilegal.
Dikatakan Atallah kepada situs paltimes, "Anak-anak yang menggambar di atas dinding Ghaza saat itu dan mereka yang bernasyid untuk Al-Quds, mereka berhak mengatakan tidak ada program Zionis, dan Al-Quds itu (bagian) daerah Arab. Kami sedang mewariskan generasi-generasi itu terkait masalah Palestina."
Lebih jauh Atallah menyerukan kepada mereka yang dia sebut sebagai orang-orang yang menjajakan diri, "Secara tegas kami deklarasikan bahwa Al-Quds dan permasalahannya sebagai amanah. Bahwa tanah Palestina itu milik Arab dan Islam. Bahwa Al-Quds bagian dari akidah kami dan ia merupakan terusan. Ia adalah nasyid kami, warisan kami dan gambaran untu seluruh dunia."
Acara menggambar di dinding itu sendiri berlangsung selama dua hari yaitu pada Rabu dan Kamis. Ada 20 anak yang ikut dalam acara tersebut dimana menorehkan lukisannya di atas dinding yang tingginya 24 meter dengan latar Masjid Al-Aqsha dan Kota Al-Quds.(milyas/paltimes)