Jumat, 10 Pebruari 2012

Dipertanyakan Diterimanya Israel sebagai Anggota OECD

Selasa, 11/05/2010 18:12 WIB

KNRP - Puluhan orang berkumpul di luar markas besar Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) di Paris untuk memprotes atas keputusan organisasi tersebut yang menerima keanggotaan Israel, meskipun hal itu ada keberatan Palestina yang menilai langkah itu sebagai hal yang bertentangan dengan komitmen organisasi hak asasi manusia.

Pengunjuk rasa itu mengutuk pengakuan Israel di organisasi itu, dimana mereka mengatakan bahwa kebijakan dan praktek OECD itu tidak sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dimana OECD menjadikannya sebagai bagian dari etiknya.

Kelompok-kelompok Palestina mengatakan, diizinkannya Israel masuk ke keanggotaan itu adalah sebuah pelanggaran atas komitmen organisasi untuk hak asasi manusia, mengingat akan pendudukan Israel terhadap Tepi Barat dan terhadap rakyat Palestina.

Rasa amarah pihak Palestina dan para pendukungnya itu dipicu lantaran kenyataan bahwa Israel ketika bergabung dalam organisasi itu, maka itu akan diakuinya beberapa produk seperti produk pertanian dan kegiatan ekonomi lainnya yang berocokol di atas tanah Palestina yang diduduki dan di Tepi Barat.

Omar Barghouti, anggota Komite Nasional Palestina untuk kampanye pemboikot investasi Israel mengatakan, "Keputusan Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan itu merupakan kemunduran bagi tanggung jawab dalam menghormati hukum dan hak asasi manusia.”

Barghouti mengatakan dalam wawancaranya seperti dikutip Aljazeera, Selasa (11/5), dengan menerima keanggotaan Israel maka itu bagi Palestina dan Arab dan semua orang yang mencintai perdamaian di dunia dianggap sebagai kolusi formal dalam rangka melestarikan dan melindungi pendudukan Israel dan mengabdikan kolonialisme dan diskriminasi rasial.

Sekretaris Jenderal Angel Gurría mengatakan bahwa organisasinya membuka pintu bagi Israel untuk masuk ke klub industri maju ini tanpa adanya pesanan atau keberatan dari anggota organisasi, di mana mereka mendiskusikan semua agenda penerimaan anggota termasuk Estonia dan Slovenia.

Dijadwalkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 27 Mei mendatang akan merayakan keberhasilan diterimanya Israel dalam organisasi yang berfungsi sebagai payung pengelompokan yang paling maju di dunia.

Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi OECD  (Organisation for Economic Co-operation and Development) merupakan sebuah organisasi internasional dengan tiga puluh negara yang menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas. Berawal tahun 1948 dengan nama Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi Eropa (OEEC - Organisation for European Economic Co-operation), dipimpin oleh Robert Marjolin dari Perancis, untuk membantu menjalankan Marshall Plan, untuk rekonstruksi Eropa setelah Perang Dunia II. Kemudian, keanggotaannya merambah negara-negara non-Eropa, dan tahun 1961, dibentuk kembali menjadi OECD oleh Konvensi tentang Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi(milyas/aljzr/wkp)
 

0 Komentar

Arsip